Uncategorized

.

Ketika jenazahnya terbaring di depan mata, saya hanya terpaku. Saya melihat Bian menangis. Mengapa saya tidak? Mama datang lalu mengenang masa sakitnya. Mama menyesali diri kurang bisa merawat dengan baik, padahal yang kami saksikan, Mama adalah yang paling tabah dan paling sabar dalam merawat. Lalu Mama memijiit-mijit wajahnya di daerah lingkar mata. “Dulu kakek senang… Continue reading .

Uncategorized

Luruskan Niat

Rasa-rasanya ini hukuman buat gue. Gue baru nyadar ketika someone gue nelpon. Di seberang sana (seberang telpon maksudnya) dia bertanya apakah dia datang. Gue jawab, dari tadi sih gue ga liat, apa karena faktor guenya yang ga masuk (masjid), jadinya gue ga bisa liat dia di mana? Gue menambahkan, kenapa ga lo aja yang nanya… Continue reading Luruskan Niat

Uncategorized

I am, The Open Book

Gue baru nyadar, ternyata benar yang dibilang banyak orang, bahwa gue seperti open book, mudah dibaca. Tadi malem ada musyawarah, tentang kepengurusan Muda-mudi yang baru. Ceritanya gue sebagai senior diundang dalam musyawarah ini. Pas dateng, gue berada di luar sendiri, kan ga boleh masuk mesjid, gue lagi dapet. Ternyata someone gue ada (yaiyalah, harusnya malah… Continue reading I am, The Open Book