BERPIKIR

Membuat SIM (3)

Setelah gue menulis judul, gue pun baru menyadari, Ih ngemeng banget sih gue bikin satu topik aja sampe 3 judul wkwkwk. Au ah.

Mari gue berusaha mempersingkat apa yang  mau gue tulis. Jadiiii, setelah merenung bahwasanya untuk lulus ujian SIM harus belajar, maka gue pun mulai mencari2 di google, pedoman apa yang bisa gue baca-baca atau jadikan acuan untuk ujian SIM. Hasilnya: GAK ADA! Hahaha. Jadi ya semoga tulisan gue ini bisa menjadi perintis yah. *pede banget Mbakk.

UJIAN TEORI

Setelah sekali pernah menjalani ujian SIM, gue mengamati pola soal ujian tersebut (dan tentunya, baru nyadar juga, bahwa itu memang poin-poin penting di kala kita menyetir), yakni pengetahuan tentang:

  1. Jenis SIM
  2. Rambu
  3. Marka
  4. Isyarat Polisi Lalu Lintas
  5. Peraturan dan Undang-undang
  6. Logika saat berkendara

Duh pengen deh mengcompile itu semua jadi satu buku tapi pantesan aja ga ada yang bikin, soalnya itu bisa disalahgunakan dan dibawa-bawa saat ujian berlangsung. Ntar yang bikin diciduk lagi sama Pak Polisi. Jadi, Gue ga akan ngomong panjang lebar tentang semuanya itu, soalnya kalo digelar emang bisa banyak banget. Ibarat pohon atau mindmapping, di sini gue cuma membahas sampai cabangnya aja atau sub-bagiannya aja, gue ga akan mretelin sampe ke ranting apalagi daun-daunnya. Sebagai gantinya, gue tulis juga link-link yang gue pelajari waktu itu sehingga akhirnya gue LULUS yay!!

Tips dari gue, itu dia. Buatlah mindmapping (duileee serius amat Mbak. Tapi beneran lho gue sampe buat mindmapping; niat banget kan). Kalo gue pribadi, gue akan lebih “nyantol” ingetnya kalo gue udah bikin mindmappingnya. Tapi kalo kalian punya cara lain ya monggo..

Jenis SIM

Ini sih sebenernya kayak pengetahuan umum aja. Cuma emang menurut gue perlu diketahui sih.. SIM tuh ternyata cuma ada 2 jenis yang diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 (sok ngerti padahal ini juga copast dari link), yang nantinya terbagi lagi menjadi beberapa jenis:

  1. SIM Perorangan, yakni SIM A, B I, B II, C, dan D
  2. SIM Umum, yakni SIM A Umum, B I Umum, dan B II Umum

Tapi jangan salah loh, ga banyak yang tahu tentang ini. Perlu tahu ga sih? Perlu! Karena ga semua orang boleh mengemudikan jenis kendaraan tertentu. Misalkan, banyak kan supir tembak untuk kendaraan umum (angkot, bis). Padahal, untuk mengemudikan kendaraan penumpang, SIM yang harus dipunyai adalah SIM Umum. Termasuk mobil penumpang beraplikasi. Nah lhoo.. Ya kenyataannya begitu sih emang. Kenapa dibedain? Soalnya  membawa penumpang artinya memiliki tanggung jawab lebih dari sekedar bisa mengemudikan kendaraan, yakni juga bertanggung jawab atas keselamatan penumpangnya; dan mengutip uang dari penumpang sebenernya ga boleh loh kalo kita belum memiliki kewenangan itu. Salah satu tanda kewenangan kita mengutip uang dari penumpang ya itu, memiliki SIM Umum.

Tentang jenis SIM dan penjelasannya, kamu bisa lihat di sini: http://ilmupengetahuanumum.com/jenis-surat-izin-mengemudi-sim-syarat-untuk-membuat-sim-di-indonesia/

Rambu

Ga mungkinlah ya ga ada yang tahu rambu. Rambu itu bahasa awamnya itu yang tiang-tiangan di sepanjang jalan itu, yang ada papan bergambar atau berulisan atau bercoretan tertentu. Ternyata rambu terbagi menjadi beberapa golongan:

  1. Rambu Peringatan: latar kuning, tulisan hitam
  2. Rambu Larangan: latar putih, tulisan merah
  3. Rambu Perintah: latar biru, tulisan putih
  4. Rambu Petunjuk: kayak di tol, persimpangan jalan, yang latarnya hijau tulisan putih. Tapi Rambu petunjuk juga termasuk rambu2 pemberitahuan bahwa ada masjid, rumah sakit, atau tempat wisata yang biasanya latarnya putih, frame biru.
  5. Rambu Tambahan: sebagai pelengkap rambu lainnya, misalkan ada rambu rumah sakit, di bawahnya ada keterangan 100 m dengan latar mutih tulisan hitam.
  6. Rambu Nomor Rute jalan

Selengkapnya, bisa dibaca di sini. http://satlantas-polrestabessemarang.blogspot.co.id/2013/04/jenis-rambu-rambu-lalu-lintas-versi.html

Setelah membaca ini, gue pun bergumam, “Oooo begitu…” hahaha. Secara praktik, ternyata gue sering menjumpai rambu-rambu ini. Namun secara teori, ternyata gue sendiri belum paham benar maksud rambu-rambu itu. Bahkan ada beberapa rambu yang selama ini gue SALAH PAHAM. Yak, ada gunanya juga SIM gue mati.

Menjelang ujian teori kedua, gue pun jadi semakin mengamati bahwa di jalan yang sering gue lalui ternyata ada banyak sekali rambu yang terkesan baru, padahal guenya aja yang tidak menggubrisnya selama ini. Tips lagi nih, setiap ketemu rambu, tebak-tebakanlah dengan partner (kalo gue sama suami), supaya yah belajarnya jadi lebih fun gitu jengg..

Marka

Nah kalo rambu itu yang vertikal berdiri di pinggir jalan, marka ini adalah  yang versi tiduran alias dicat di jalan. Sering kan liat garis putus-putus dan garis menerus? Dulu yang gue tau cuma ini hahaha. Ini cuma salah satu dari contoh marka jalan, yang ternyata juga banyak.

A. Marka Garis Melintang
B. Marka Garis Membujur
C. Marka Serong
D. Marka Lambang
E. Marka Lainnya

Selengkapnya gue sih liatnya di sini: https://lifeblogid.com/2015/08/27/pengertian-marka-jalan/

Isyarat Polisi Lalu Lintas

Duh ini dia, lagi-lagi gue sering mengabaikan ini, padahal ternyata Bapak-bapak polisi kita itu capek2 di jalan angkat2 tangan tuh ada maknanya. Sayang banget ya ada orang2 macam gue ini ga berusaha mengerti maksudnya apa.. Nnah, di sinilah gue mendapat penjelasannya: http://www.teropongku.com/1719/arti-polisi-lalu-lintas/

Peraturan dan Undang-Undang

Ya menurut gue sih ini yang paling ga guna dihafalin dari semua soal yang ada di ujian SIM, soalnya menurut gue, yang penting kita tahu hal-hal yang melanggar apa aja, dan ganjarannya apa. Tapi ya apa mau dikata, soal tentang peraturan ini tetap muncul di soal ujian. Kalo beruntung kayak gue waktu itu, gue cuma dapet 1 dari 30 soal yang nanyain tentang undang-undang, dan ndilalahnya itu yang gue inget. Sebelah gue, sempet nanya tentang undang- undang, dan itu ada 3 lah dari 30 soal. Hiyaa.

Sekilas tentang undang-undang gue carinya di sini:

http://belajarberbagi-bersamaberbagi.blogspot.co.id/2014/02/pasal-pasal-pelanggaran-lalu-lintas.html

Logika saat berkendara

Gue sih ga bisa jelasin dan juga ga yakin juga ini termasuk dalam golongan soal apa nggak. Yang jelas setidaknya ada 1-2 soal di dalam ujian itu yang kayak ngetes logika kita, misalkan:

Saat mengerem, sebaiknya: Langsung nginjek pedal rem dalam-dalam (which is udah jelas nggak lah ya), atau menginjak pedal rem secara perlahan-lahan sehingga orang di belakang tahu bahwa kita sedang mengurangi kecepatan. Ya itu gampanglah ya milih secara logikanya.

Atau ada juga kayak gini: dalam keadaan menurun, menekan rem terus menerus dapat mengakibatkan: kampas rem tipiskah, atau apakah.. Ini gue ga ngerti jadi ga inget juga (kayaknya gue pun salah jawab untuk soal yang ini).

Atau dalam keadaan hujan, sebaiknya pelan-pelan karena: ga kelihatankah, air mengakibatkan gesekan ban dengan jalan berkurang sehingga mudah tergelincir, atau semua benar, atau semacam itulah.

Ada juga soal yang menggabungkan semuanya sehingga logika juga diperlukan, misalkan ada gambar perempatan, lengkap dengan rambunya, marka jalannya, dan beberapa mobil dari keempat arah dengan keterangan dia mau ke arah mana. Kita akan ditanya mobil mana yang harus mendahulukan siapa, atau urut-urutan mobil yang melalui persimpangan itu.

Kalo ga salah sih gitu yaaa. Tau deh kalo gue salah inget *dih lari dari tanggung jawab haha. Ya intinya sih dalam menyetir kan kita bawa kendaraan, nah kita juga perlu tahu konsekuensi melakukan tindakan ini/itu apa, sehingga kendaraan yang kita bawa juga tidak menjadi ‘korban’ atas kelalaian kita. Termasuk dalam hal siapa yang harus didahulukan, terutama dalam persimpangan yang tidak ada lampu rambu lalu lintasnya. Nah kalo semua orang ngerti, kan ga ada tuh yang main nyosor aja berasa penting sendiri dan merasa harus didahulukan *curcol.

Eniwei kalo udah lulus ujian teori, kita akan difoto untuk masukin data kalo nantinya lolos ujian praktik.

UJIAN PRAKTIK

Duh gue ga bisa cerita banyak, soalnya sebenernya ada 11 atau 14 poin yang akan dinilai dalam ujian SIM Praktik ini. Nnnaahh.. Waktu itu, penilai kami yang baik hati (tapi tegas loh ya), membuat kesepakatan dengan para peserta ujian yang jumlahnya cuma 10-11 orang, bahwa dia ga akan menilai semua poin satu persatu. Kenapa? Kalo 1 ujian aja butuh 5-10 menit, maka 12 poin jadi 60-120 menit alias 1-2 jam. Lalu ada 10 orang, dan waktu kami ujian itu sudah sore hari (sebenarnya kalopun mulai dari pagi juga males aja sih 10 jam). Mosok mau pulang malem2? Kan ga mungkin lah ya.

Jadi, Beliau menawarkan untuk dia pilih aja 1 poin ujian, ketika peserta lulus di poin itu, maka semua poin diluluskan. Tapi yang nentuin poin mana yang bakal dijadikan ujian dia lho bukan kita. Kami semua menerima kesepakatan itu. Daaannnn jreng jrenggg dia milih poin parkir. Which was my luck: gue emang ahlinya parkir *wedeeh pede bener.

Buat gue yang ahli parkir aja *senga, ujian parkir ini ternyata emang susah banget. Sebenernya di papan keterangan yang gue baca sebelum ujian praktik, aturan mainnya adalah parkir 90 derajat dengan cara mundur tanpa melihat ke belakang (jadi cuma pakai bantuan kaca spion kiri-kanan dan tengah), dan cuma boleh 2x maju mundur. Tapi Bapak penguji memberikan aturan main boleh tengok ke mana aja, menoleh sampe ke belakang, bahkan buka kaca pintu, tapi sekali mundur aja lalu masuk. Ga boleh maju. Sekalinya maju, gagal. Nyerempet pipa pembatas, gagal. Tidak ada batasan waktu, mau lambat silakan, mau buru2 juga silakan.

Dan seperti sudah ditebaklah yaaa.. Gue lolos lah yaa *belagu. Tapi gue memanfaatkan tidak adanya batasan waktu untuk ekstra hati-hati. Jadi gue parkir agak lama. To be honest, kalo lo dapet space parkir dengan kondisi lebar cuma segitu, kanan-kiri udah ada mobil, lo ga akan parkir di situ sih, cari gara-gara namanya. Mobil yang waktu itu gue pakai adalah mobil Rush matic. Dan setelah parkir, gue cuma menyisakan 5 cm dari palang pipa sebelah kanan dan sekitar 15 cm dari palang pipa sebelah kiri. Kalo udah ada mobil sebelah kanan kiri, kan ga bisa buka pintu yaa.. Gila kan harus presisinya kayak apa.

Padahal tadi gue bilang ga cerita banyak, tau2 udah 4 paragraf.

Beberapa poin lain yang gue inget aja nih ya tentang ujian praktik, ya seputar kemampuan standar sih: maju pas di tanjakan, lalu berhenti, lalu maju lagi. Ada kondisi di mana kita cuma berhenti ngerem aja, ada pula yang harus tarik rem tangan. I believe ini ngetes kondisi kalo lagi macet di tanjakan. Oh iya. Jangan kuatir kalo lo cuma bisa mobil matic aja atau manual aja, karena di ujian ini kita bisa milih mau pake mobil matic atau manual.

Trus juga ada poin tentang kesadaran dalam berkendara. Di lapangan ujian juga ada lho marka-marka jalan, zebra cross, dan lain-lain. Perhatikanlah marka-marka ini. Kalo lo disuruh stop sama penguji pas di bagian zebra cross, trus lo manut aja, ya lo gagal dalam ujian itu. Masa kalo lo lagi nyetir, disuruh berhenti istri lo karena mau beli gorengan di perempatan, lo mau aja? Kesadaran dalam berkendara ini juga termasuk kalo melalui jalan yang ramai (sopan santun dalam berkendara); ya pelan-pelan atau klakson pelan misalkan. Tapi ya berhubung gue ga ngikutin teori ini, cuma dijelaskan sama Pak Penguji dan ngeliat yang lagi pada ujian di lapangan gimana, gue cuma bisa cerita aja.

Akhir cerita, gue pun lolos ujian teori dan ujian praktik di kunjungan gue ke SATPAS yang kedua kalinya, dan itu emang berkat belajar. Setelah lolos ujian parktik, gue membawa lembar pernyataan dari penguji untuk laporan ke loket ujian praktik. Abis itu tinggal nunggu di bagian pencetakan SIM. Di hari itu pula, gue sudah bisa mendapatkan SIM gue yang baru. Semoga besok2 gue (dan kita semua) inget untuk memperpanjang SIM. Cara paling mudah adalah, setiap kita ulang tahun, langsunglah cek semua ID (kecuali paspor kali ya, soalnya masa berlaku paspor ga ngikutin ulang tahun). Oh tentang suami gue, dia belum lulus ujian praktik. Harusnya sudah kembali dari Januari kemarin, tapi berhubung kami keburu ke Jogja, akhirnya ujiannya belum diteruskan sampai sekarang.

Udah sih sekian. Semoga tidak terlalu banyak tulisan. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s