BERPIKIR

Sesuatu Tidak Selalu Terlihat Sebagaimana Adanya

Baru-baru ini gue jengah dengan banyaknya account email; email pribadi (yang gue bagi lagi menjadi alamat email serius yang isinya seputar kerjaan; dan alamat email ga serius yang isinya newsletter, feeds dari sosial media, promo-promo dari website travel dan online shopping, dll ~~ however, itu perlu juga sih). Sekarang, begitu kembali lagi bekerja, bertambahlah alamat email kantor dan alamat email backupnya yang gue buat di google (just in case ada masalah di email kantor; juga untuk mengetes apakah email-email gue kirim dari alamat kantor benar-benar terkirim, gue meng-auto-bcc email tersebut ke backup). Hal ini membuat gue harus membuka banyak email di browser dan banya-banyakin tab aja. Jadilah gue menginstall Mozilla Thunderbird. Ternyata dia terus menerus meng-load email-email dari jaman dulu. Sembari gue mencari cara untuk mengatur settingan synchronizationnya, gue pun sambil mendelete email-emal superjadul macam dari tahun 2008-an yang sudah terload. Eh ternyata beberapa di antaranya lumayan berharga.

Kata orang, dibuang sayang. Ini dia:

Dua orang malaikat berkunjung ke rumah sebuah keluarga kaya. Keluarga itu sangat kasar dan tidak mengijinkan kedua malaikat itu bermalam di ruang tamu yang ada di rumahnya. Malaikat tersebut ditempatkan pada sebuah kamar berukuran kecil yang ada di basement.

Ketika malaikat itu hendak tidur, malaikat yang lebih tua melihat bahwa dinding basement itu retak. Kemudian malaikat itu memperbaikinya sehingga retak pada dinding basement itu lenyap.

Ketika malaikat yang lebih muda bertanya mengapa ia melakukan hal itu , malaikat yang lebih tua menjawab : “Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya”.

Malam berikutnya , kedua malaikat itu beristirahat di rumah seorang petani dan istrinya yang miskin tetapi sangat ramah. Setelah membagi sedikit makanan yang ia punyai , petani itu mempersilahkan kedua malaikat untuk tidur di atas tempat tidurnya.

Ketika matahari terbit keesokan harinya , malaikat menemukan bahwa petani itu dan istrinya sedang menangis sedih karena sapi mereka yang merupakan sumber pendapatan satu-satunya bagi mereka terbaring mati.Malaikat yang lebih muda merasa geram. Ia bertanya kepada malaikat yang lebih tua. “Mengapa kau membiarkan hal ini terjadi? Keluarga yang pertama memiliki segalanya, tapi engkau menolong menambalkan dindingnya yang retak. Keluarga ini hanya memiliki sedikit tetapi walaupun demikian mereka bersedia membaginya dengan kita. Mengapa engkau membiarkan sapinya mati ?”

Malaikat yang lebih tua menjawab : “Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya”.

“Ketika kita bermalam di basement , aku melihat ada emas tersimpan di lubang dalam dinding itu. Karena pemilik rumah sangat tamak dan tidak bersedia membagi hartanya ,aku menutup dinding itu agar ia tidak menemukan emas itu.” “Tadi malam ketika kita tidur di ranjang petani ini , malaikat maut datang untuk mengambil nyawa istrinya. Aku memberikan sapinya agar malaikat maut tidak jadi mengambil istrinya.

“Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya”.
Kadang , itulah yang kita rasakan ketika kita berpikir bahwa sesuatu tidak seharusnya terjadi. Jika kita punya iman, kita hanya perlu percaya sepenuhnya bahwa semua hal yang terjadi adalah demi kebaikan kita. Kita mungkin tidak menyadari hal itu sampai saatnya tiba.

Featured images: Sandra Holmbom’s Makeup Art

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s