Uncategorized

Bintang Merah Bintang Biru

Suatu tengah malam, gue dan Banu pergi ke luar kosan demi meladeni keinginan perut kami yang sudah berteriak minta diisi. Berjalan menelusuri jalanan Kutek yang sepi, kami mencari tempat makan yang bisa mengenyangkan.

Berhubung malam telah sepi, tidak ada yang bisa diamati di kanan dan kiri. Maka pandangan kami pun menjelajah ke langit.

“Wah, bintangnya terang!” kata Banu.

“Wah iya. Langitnya lagi bagus, bintangnya banyak..,” sahut gue.

“Bintang yang itu terang sendiri!” kata Banu lagi.

Gue menyahut lagi, “Iya, bagus ya, bintang yang itu merah, yang itu biru.. Sebelahan gitu lagi..”

“Yang mana?”

“Itu.. yang itu biru, sebelahnya merah, kan bintang emang ada yang biru ada yang merah.” Ceritanya gue mau menjelaskan pada Banu hal yang gue ketahui tentang bintang. Jadi begini kawan-kawan, pendar bintang memang ada yang keihatan merah dan biru. Bintang yang merah umurnya lebih tua dari bintang yang biru. Sebuah bintang ketiha lahir akan berkembang menjadi berwarna biru, kemudian berwarna merah, lalu ketika bintang itu mati dia akan berwarna hitam. Bintang hitam inilah yang disebut bintang mati. Proses ini berlangsung ratusan juta tahun. Bintang yang sudah mati memiliki gravitasi yang sangat besar. Bintang mati juga akrab dikenal dengan black hole. Sebenarnya itu bukan lubang di langit, hanya saja tidak bisa terlihat. Saking besarnya gravitasinya, cahaya pun tidak dapat dipantulkan kembali. Dan sebab daya tariknya yang kuat, bintang ini seperti lubang yang menarik benda di dekatnya tanpa bisa kembali. Ini gue juga taunya dari ensiklopedi.

Lanjut ke cerita.

Banu memotong dan bersikukuh, “Nggak ya, itu bintangnya cuma satu.”

“Iiiih, yang itu tuh, bintangnya sebelahan…”

“Nggak, itu cuma satu ya bintangnya.”

Lalu beruntunglah gue yang cerdas ini segera menemukan kenapa perdebatan ini terjadi. “Oooooh iya! Mata gue kan silinder!!!”

“Huahahahahahahahaha..,” gue dan Banu tertawa bareng.

“Pantesan, perasaan bintangnya Cuma satu, kok lo bilang dua, sebelahan lagi..”

“Huahaaahaaa.. Dodol juga ya.”

“Ooo pantesan tadi lo bilang bintangnya banyak, perasaan gue cuma dikit.. Tapi kalo satu bintang lo lia jadi dua ya jelas aja jadi banyak! Gimana kalo lo di Sumba.. Udah bintangnya banyak, semuanya dikali dua, jadi lebih banyak lagi..”

“Huahahaha..,” kami tertawa lagi. Bodoh sekali..

3 thoughts on “Bintang Merah Bintang Biru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s