<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>another life journal</title>
	<atom:link href="http://annisaseffiliya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://annisaseffiliya.wordpress.com</link>
	<description>just another ordinary people writing about another side of her ordinary life</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 09:07:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='annisaseffiliya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/2358abddbddefeae93981f5b7c2fbe32?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>another life journal</title>
		<link>http://annisaseffiliya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://annisaseffiliya.wordpress.com/osd.xml" title="another life journal" />
	<atom:link rel='hub' href='http://annisaseffiliya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>TBC (1)</title>
		<link>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2012/01/18/tbc-1/</link>
		<comments>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2012/01/18/tbc-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 15:06:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>annisa.seffiliya</dc:creator>
				<category><![CDATA[mari sok berpikir dan berkomentar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://annisaseffiliya.wordpress.com/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[Tuberculosis. Sekitar 2 bulan yang lalu, tiba-tiba gue dicengangkan dengan diagnosa dokter bahwa&#8230; Gue&#8230; Menderitaaaa.. (Jeng jeng) TBC! What the? Waktu itu, gue datang ke dokter karena ada benjolan di bahu, tepatnya di leher bagian depan, di atas tulang bahu (namanya tulang selangka kalo ga salah). Benjolan dalam bentuk apapun di tubuh mengkhawatirkan, makanya perlu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisaseffiliya.wordpress.com&amp;blog=5369972&amp;post=405&amp;subd=annisaseffiliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuberculosis.</p>
<p>Sekitar 2 bulan yang lalu, tiba-tiba gue dicengangkan dengan diagnosa dokter bahwa&#8230; Gue&#8230; Menderitaaaa.. (Jeng jeng) TBC!</p>
<p>What the?</p>
<p>Waktu itu, gue datang ke dokter karena ada benjolan di bahu, tepatnya di leher bagian depan, di atas tulang bahu (namanya tulang selangka kalo ga salah). Benjolan dalam bentuk apapun di tubuh mengkhawatirkan, makanya perlu diperiksakan, supaya segera tahu ada apa gerangan.</p>
<p>Benjolan ini keras, besarnya (dan kerasnya juga) seperti ada buah duku diselipkan di bawah kulit dan diganjal dengan tulang selangka yang melintang datar. Tidak ada rasa sakit sama sekali. Gue aja baru nyadar mungkin beberapa minggu setelah adanya benjolan ini.</p>
<p>Awalnya, gue yang orang awam ini sudah siap apabila dokter bilang kalo ini adalah pembengkakan kelenjar limfa (gue sudah bertanya2 pada mbah google sebelumnya), bahkan siap lahir batin apabila Sang Dokter menyatakan ini tumor kecil. Dalam skenario kecil-kecilan di otak gue, begitu dokter bilang demikian, gue akan langsung nyosor bilang, &#8220;Angkat aja, Dok! Kapan saya dioperasi?&#8221; Lalu skenario itu akan memiliki happy ending, dengan gue yang keluar RS dengan senyum lebar tiada benjolan.</p>
<p>Tapi ternyata tidak. Untuk menguji, Dokter memberi gue beberapa obat, yang seminggu kemudian dicek reaksi badan gue terhadap obat itu.</p>
<p>Seminggu kemudian, gue kembali dgn benjolan sedikit lebih mengecil. Kata dokter, benjolan itu bukan tumor, sebab apabila tumor, obat yang doi kasi kemaren itu ga punya efek apapun pada ukurannya. Jadilah dokter menanyakan gue beberapa hal:</p>
<p>Apakah gue batuk-batuk? Tidak sama sekali.</p>
<p>Apakah gue berkeringat kalo tidur di malam hari? Ya. Kadang gue juga bangun pagi dalam keadaan demam. Trus tidur lagi, dan jadi ga demam deh. Sehingga gue merasa itu hal yang biasa hehe..</p>
<p>Gue juga menambahkan, bahwa gue tidak batuk, namun kadang merasa sesak.</p>
<p>&#8220;Kalau begitu, tes selanjutnya,&#8221; kata dokter. Dokter menyatakan kalo begitu, kemungkinannya adalah tbc kelenjar atau tbc paru. Haaaaahhh??! (Hiks). &#8220;Ini saya kasih pengantar untuk rontgent dan tes dahak ya.&#8221;</p>
<p>Lalu gue protes, &#8220;Lho, dok, kan tadi saya bilang, saya ga batuk? Gimana bisa tes dahak kalo ga batuk?&#8221;</p>
<p>&#8220;Dicoba dulu, pasti bisa,&#8221; kata dokter, &#8220;Bagun tidur, langsung minum air dingin. Nanti langsung keluar dahaknya. Yaa, dicoba aja dulu.&#8221;</p>
<p>Gue merasa pernyataan ini agak ga logis. Tapi logisan mana sih antara gue dan dokter tentang kesehatan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tes dahak ini harus diambil 3 kali berturut-turut, setiap pagi setelah bangun tidur. Gue dikasi tabung preparat. Ternyata nama kerennya dahak itu adalah sputum.</p>
<p>Tes pertama, gue ga yakin yang gue masukin ke dalam tabung itu dahak atau ludah. Gue bener2 desperate nyoba ngeluarin dahak yang gue yakin ga ada itu, padahal udah minum air dingin segayung *lebay. Tapi ternyata di hari ke-2, malamnya gue begadang dan baru mandi jam 2 malam, lalu pagi2 melaksanakan seperti saran dokter. Alhasil, sejumput sputum pun keluar, meski ga sebanyak yang gue harapkan. Itupun diliputi cairan ludah, dan dahak itu dapat dikenali dari kekentalannya di antara cairan lainnya.</p>
<p>Eh, jorok ga sih bacanya?</p>
<p>Di hari ke-3 gagal. Gue sama sekali ga ngeluarin dahak. Dan gue menyadari bahwa gue harus mandi malam dgn air dingin lalu bangun pagi minum air dingin. Dan ternyata manjur. Untungnya selang 1 hari ternyata ga mempengaruhi hasil, kata petugas lab-nya gapapa.</p>
<p>Setelah hasil tes keluar, segera di tanggal yang ditentukan gue kontrol lagi ke dokter dengan menyerahkan hasil rontgent dan tes sputum. Begitu melihat hasilnya, dokter hanya tertawa.</p>
<p>&#8220;Jadi saya tbc dok?&#8221;</p>
<p>&#8220;Yah.. Apa boleh buat. Sudah qodar.&#8221;</p>
<p>TBC???? Ctaarrrrr!! *deskripsi yang berlebihan</p>
<p>Lunglailah gue bagai tisu yang direndam air. Lalu dokter mulai menjelaskan bagaimana pengobatan tbc dan treatment2 utk orang tbc.</p>
<p>TBC atau <a title="tuberculosis" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tuberculosis" target="_blank">tuberculosis</a> (atau sering juga disebut TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh <em><a title="Mycrobacterium tuberculosis" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mycobacterium_tuberculosis" target="_blank">Microbacterium tuberculosis</a></em>. Kalo mau lebih lengkap dan ilmiah, silahkan buka kitab Wikipedia, dia menjelaskan dengan rinci ttg tbc. Kalo mau penjelasan bodoh-bodohan (bahasa awam dan sepengetahuan penulis saja), silahkan lanjut baca postingan ini heuehe. Nah si bakteri ini sebenernya ga cuma bisa menyerang paru-paru aja. Seperti yang gue sebutin di atas, tbc juga bisa menyerang kelenjar limfa. Bahkan bagian2 tubuh yg lain, seperti rahim.</p>
<p>Gejala seseorang terkena penyakit tbc adalah bisanya berkeringat banyak di malam hari, berat badan susut jauh sekali (jadi kuruuss banget). Kadang juga demam. Lalu ada juga yg disertai benjolan di leher.</p>
<p>Nah benjolan di leher ini (seperti yg terjadi pada gue), adalah kelenjar limfa yg membengkak. Kelenjar limfa ini tugasnya terkait dgn pertahanan tubuh. Kelenjar ini tersebar di seluruh bagian tubuh dan membentuk jalur yang terdapat beberapa simpul. Simpul2 ini antara lain di leher, ketiak, dan selangkangan. Masing-masing mengemban tugas menjaga pertahanan tubuh di wilayahnya masing-masing. Kelenjar ini juga berperan kayak alarm tubuh. Kalo ada bagian di wilayahnya yg terserang, dia membengkak untuk menandakan dia &#8216;butuh bantuan&#8217;, sebab itu artinya dia udah berusaha mengerahkan sel2 limfa namun ga cukup kuat melawan serangan itu.</p>
<p>Sebagai gambaran, misalkan, titik di leher, melindungi wilayah seputar kepala dan dada. Termasuk gigi, mata, dan paru. Makanya waktu gue kasitau ada benjolan ini, do<br />
kternya juga nanya, &#8220;Ada bolong di gigi nggak?&#8221; Gue jawab nggak. Dokter pun memeriksa sendiri dan memang ga ada. Makanya, ketika ga ditemukan ada bolong di gigi, dokter mencurigai ada apa-apa di paru-paru gue.</p>
<p>Dokter melihat kesedihan dan kekhawatiran gue. Lalu dia menjelaskan, &#8220;Banyak orang punya anggapan bahwa tbc itu penyakit orang miskin. Salah itu. Tbc bisa menyerang siapa aja. Dulu malah saya punya pasien ibu2, cantik, kaya banget. Dia nggak bisa2 punya anak, udah berobat sana-sini. Pas dateng ke saya, baru ketauan, ternyata dia punya tbc di rahim. Itu sebabnya dia ga bisa punya anak. Kalo dipikir2 kan orang kaya, dapet infeksi tbc dari mana? Rahim pula. Ya semuanya emang qodar.&#8221;</p>
<p>Akh. Yasudahlah. Itu cukup menghibur juga. Sebenarnya yang membuat gue sedih adalah bahwa orang yg berpenyakit tbc peralatan makannya harus dipisah dengan orang lain. Dokter ini menyarankan gue, &#8220;Sebaiknya, peralatan makannya dipisah.&#8221; Mata gue terbelalak tanda keberatan. &#8220;Kalau susah, yaaa sebenernya yg penting sendok aja sih. Soalnya kan sendok langsung kena mulut, kalo peralatan yang lain kan nggak.&#8221; Sekian lama gue antara percaya dan ga percaya dengan pernyataan ini, sampai akhirnya gue dapat penjelasan yg memuaskan dari suster yg gue pindah RS utk kontrol.</p>
<p>Jadi begini, ada beberapa cara (yg gue ketahui) untuk mendeteksi penyakit tbc. Yang biasa dilakukan adalah tes rontgen dan tes dahak/sputum. Ada lagi tes kulit (nama kerennya apa yak, lupa). Kalo rontgent, semua udah tau dongs.. Untuk tes dahak, hasilnya bisa positif (tulisan hasil labnya sih Br+), bisa juga negatif (tulisan hasil labnya &#8220;tidak ditemukan&#8221;).</p>
<p>Nah ternyata, positif/negatifnya ini adalah untuk mengenali apakah tbc ini menular atau nggak. Kalo positif, artinya dalam dahak terkandung si bakteri keparat itu (ups maaf ya bakteri). Artinya, tbc yg diderita pasien sedang tahap lucu-lucunya (aktif gitu maksudnya), suka main2 keluar tubuh, susah dibilangin. Kalo pasien batuk atau bersin, percikan dahak/ingusnya mengandung bakteri tbc dan bisa hinggap ke orang lain lewat udara. Oleh karena itu, utk pasien yang aktif batuknya disarankan pake masker. Dan secara umum, kita harus mempraktekkan tata cara batuk yang benar (sila dilihat di rumah sakit &#8211; rumah sakit atau klinik); kalo ga salah: menutup dengan tangan, atau batuk/bersin di bawah ketiak/lengan baju. Untuk yang br+ ini juga, sebaiknya memisahkan peralatan makan dan minum, atau setidaknya jangan berbagi makanan/minuman dalam satu wadah dalam sekali waktu (misalnya, minum apa gitu sebotol/sekaleng berdua/beramai-ramai/ secara bergantian).</p>
<p>Tapi tunggu dulu. Jangan merasa bahwa penderita TBC itu berbahaya atau membahayakan sekitar (bagi yang menderita), dan jangan merasa penderita TBC itu mengerikan sehingga harus dijauhi (sebagai penderita TBC gue berharap orang mengerti dulu TBC itu bagaimana dan gak serta merta menjauhi ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>Sebagai perumpamaannya gini. Kalo musim ujan kan biasanya banyak yang kena flu nih. Nah coba deh perhatiin &#8216;siklus&#8217; penularan flu ini. Biasanya awalnya cuma ada seorang yang kena, lalu dia bersin-bersin terus. Nah dari sekian banyak sesi bersinnya yang tidak tertutupi, pasti ada satu sesi di mana dia bersin, dekat dengan orang lain (si B). Besoknya, si B pasti punya gejala flu. Kurang lebih demikian. TBC itu sama aja kayak flu. Meskipun penyebabnya beda (flu-virus, TBC-bakteri), flu dan TBC sama2 ditularkan melalui udara, caranya adalah saat bersin/batuk. Bedanya, karena TBC disebabkan oleh bakteri yang &#8216;istimewa&#8217; (gue akan menyimpan kisah tentang keistimewaan bakteri ini untuk episode selanjutnya), pengobatannya pun juga &#8216;istimewa&#8217;. Kabar baiknya adalah, TBC sekarang sudah bukan momok lagi, sebab pengobatannya udah diketahui dan udah distandarisasikan secara internasional, tidak seperti dulu, yang masih belum ketemu &#8216;kunci&#8217; pengobatannya.</p>
<p>Nah balik ke topik tes sputum. Untuk yang hasil tes sputumnya negatif, perlu dilihat kembali hasil rontgent parunya (utk yg tbc paru). Kalo kesan yg ditunjukkan rontgent adalah TBC paru, artinya dia menderita benar mengidap TBC paru, hanya saja tidak menular.</p>
<p>Baik hasilnya negatif maupun positif, kalo seseorang telah didakwa TBC oleh Majelis Yang Maha Kuasa, maka dia harus menjalani pengobatan selama 6 bulan tanpa putus untuk sembuh.</p>
<p>Oooiya! Sampe lupa. Untuk tes yang satunya lagi (tes kulit), gue ga bisa cerita banyak, soalnya ga ngalamin sendiri. Tapi sempet ada tetangga gue yang diduga dokter sakit TBC, lalu dikasi tesnya tes kulit. Nah dalam tes itu, kulit pasien ditetesi sebuah cairan (ga tau apa dan agak males cari hehe) di lengannya (kalo ga salah sih bisa di bagian tubuh yang lain). Nah. Bila keluar bekas menyebar/meluas, maka si pasien positif TBC. Tapi kalo hasilnya bekas tidak menyebar atau ga ada bekas, maka dia tidak menderita TBC.</p>
<p>Nnnaaaah.. Sepertinya demikian dulu. Eniwei, long time no blogging ya ternyata. Gue udah hampir setaun ga nulis blog!</p>
<p>Banyak yang pengen gue ceritain tentang TBC. Untuk sekarang, gue ceritanya cukup tentang apa itu TBC dan gimana tanda2nya dulu, dan sedikit selingan tentang treatmentnya. InsyaAllah selanjutnya gue mau ceritain tentang pengobatan TBC dan penanganan kasus khusus seperti yang gue alami :p. Sampe di sini dulu yaa.. Daaa! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Posted with WordPress for BlackBerry.</p>
<br />Filed under: <a href='http://annisaseffiliya.wordpress.com/category/mari-sok-berpikir-dan-berkomentar/'>mari sok berpikir dan berkomentar</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annisaseffiliya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annisaseffiliya.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annisaseffiliya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annisaseffiliya.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annisaseffiliya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annisaseffiliya.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annisaseffiliya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annisaseffiliya.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annisaseffiliya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annisaseffiliya.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annisaseffiliya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annisaseffiliya.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annisaseffiliya.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annisaseffiliya.wordpress.com/405/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisaseffiliya.wordpress.com&amp;blog=5369972&amp;post=405&amp;subd=annisaseffiliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2012/01/18/tbc-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4821d587560973f5badbd74126e1766?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">seffilis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengejar</title>
		<link>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/08/28/mengejar/</link>
		<comments>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/08/28/mengejar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Aug 2011 15:13:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>annisa.seffiliya</dc:creator>
				<category><![CDATA[mari sok berpikir dan berkomentar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/08/28/mengejar/</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan, aku mengejarmu, dalam keadaan gopoh dan hampir roboh. Napasku meringkik rintih, jalanku tertatih, karena badanku letih. Siangku semakin terik, dengan segala rayuan yang kian mencekik. Jika aku diam terlena mereka akan terus memanja. Namun jika aku ingat padaMu, lari sejenak dari mereka, mereka akan memaksa. Memaksa aku untuk tetap diam saja dan terlena. Mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisaseffiliya.wordpress.com&amp;blog=5369972&amp;post=403&amp;subd=annisaseffiliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhan, aku mengejarmu, dalam keadaan gopoh dan hampir roboh. Napasku meringkik rintih, jalanku tertatih, karena badanku letih.</p>
<p>Siangku semakin terik, dengan segala rayuan yang kian mencekik. Jika aku diam terlena mereka akan terus memanja. Namun jika aku ingat padaMu, lari sejenak dari mereka, mereka akan memaksa. Memaksa aku untuk tetap diam saja dan terlena. Mereka selalu ingin jadi yang pertama. Ketika aku terus berusaha, meronta, mereka menyiksa, mencengkram, menghujam, merajam.</p>
<p>Mengapa mereka tidak suka padaMu? Mengapa mereka tidak pernah sejalan denganMu? Mengapa mereka seperti tidak suka aku padaMu?</p>
<p>Aku mereda. Kembali terlena, dengan luka cabik dan bekas cekik. Mereka senang, bila aku kembali datang. Mereka memanja dan membuat terlena. Namun ketika aku kembali ingin sejenak pergi, mereka menghadang lagi. Meradang mereka ketika tahu aku hendak beranjak. Mereka pasang pandang seolah ingin perang. Mereka tidak pernah biarkan aku  sampai ambang.</p>
<p>Tuhan, siangku semakin terik, dengan segala rayuan yang kian mencekik. Mengapakah aku tidak kau lirik? Setidaknya lemahkanlah mereka atasku, lepaskan belenggu yang mengganggu. Biarkan sebagian besar napasku hanya untukMu.
<p>Posted with WordPress for BlackBerry.</p>
<br />Filed under: <a href='http://annisaseffiliya.wordpress.com/category/mari-sok-berpikir-dan-berkomentar/'>mari sok berpikir dan berkomentar</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annisaseffiliya.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annisaseffiliya.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annisaseffiliya.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annisaseffiliya.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annisaseffiliya.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annisaseffiliya.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annisaseffiliya.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annisaseffiliya.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annisaseffiliya.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annisaseffiliya.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annisaseffiliya.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annisaseffiliya.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annisaseffiliya.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annisaseffiliya.wordpress.com/403/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisaseffiliya.wordpress.com&amp;blog=5369972&amp;post=403&amp;subd=annisaseffiliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/08/28/mengejar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4821d587560973f5badbd74126e1766?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">seffilis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak Metal</title>
		<link>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/07/25/anak-metal/</link>
		<comments>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/07/25/anak-metal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 00:01:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>annisa.seffiliya</dc:creator>
				<category><![CDATA[mari sok berpikir dan berkomentar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/07/25/anak-metal/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini gue tulis dalam rangka mengisi kebosanan karena harus bedrest dalam 3 hari ke depan. Boceeeennn. Beberapa waktu yang lalu, gue beberapa kali bilang, &#8220;Gue pengen banget deh dapet (cowo) anak Metal&#8221;. Sampai akhirnya pernyataan ini membuat kesal seseorang yang mendengarnya berkali2, dengarn akhirnya bilang, &#8220;Penting banget ya?&#8221;. Sebenernya ada sih yang ngebelain. &#8220;Penting. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisaseffiliya.wordpress.com&amp;blog=5369972&amp;post=396&amp;subd=annisaseffiliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini gue tulis dalam rangka mengisi kebosanan karena harus bedrest dalam 3 hari ke depan. Boceeeennn.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu, gue beberapa kali bilang, &#8220;Gue pengen banget deh dapet (cowo) anak Metal&#8221;. Sampai akhirnya pernyataan ini membuat kesal seseorang yang mendengarnya berkali2, dengarn akhirnya bilang, &#8220;Penting banget ya?&#8221;.</p>
<p>Sebenernya ada sih yang ngebelain. &#8220;Penting. Itu sama kayak pernyataan &#8216;gue pengen deh dapet cewek musisi&#8217;, jadi penting.&#8221; Bagi gue itu kan cuma sebuah pernyataan. Haha. Maaf ya saya membuat Anda kesal. Tapi, barangkali Anda perlu tau dulu alasannya, semoga saja ga tambah membuat Anda kesal hahaha.</p>
<p>Hmmmmm jadi yang gue maksud dari anak metal di atas, adalah anak jurusan metalurgi dan material, di fakultas teknik. Lebih singkatnya, biasanya disebut (jurusan) metal. Lah, kenapa dengan beraninya gue tulis di sini? Eits, jangan baca setengah2, bacalah sampai akhir, karena gue bukannya mau muji2 mereka lho..</p>
<p>Waktu gue jadi mahasiswa, gue kagum dengan anak-anak (maksudnya mahasiswa2) jurusan metal. Banyak hal sih yang membuat gue kagum dengan mereka.</p>
<p>Yang pertama, first impression tentang anak metal sebenernya datang dari kak boy, begitu biasanya mantan ketua BEM angkatan 2003 di teknik itu dipanggil. Sebagai maba pada waktu itu, melihat seorang ketua BEM tentunya ada rasa penasaran, gimana ya orangnya? Ternyata malahan gue kenal beliau dalam sebuah acara maba, waktu itu Aksioma (Aksi Sosial Masyarakat). Beliau nge-blend, mingle dengan para maba yang lain. Tapi sebenarnya yang paling mengagumkan dari beliau adalah, beliau menyapa dan melempar senyum pada hampir SEMUA ORANG di teknik, mau itu anak2 BEM, mahasiswa biasa, penjual di kantek (kantin teknik), satpam.. Semua orang deh. Oke, masih mending kalo nyapa doang. Ini Kak Boy menyapa nama mereka! Gue dan Mas Upi pernah membicarakan hal ini, dan kesimpulannya kami sama2 kagum dengan ke-humble-annya. Beliau kayak ga pernah lupa sama siapa dia kenalan, dan dia dari jurusan apa, temennya siapa aja. Wah two thumbs up! Gue jadi merasa malu waktu itu, gue siapa2 aja bukan, ini lupaa-aaaan melulu. Haha. </p>
<p>Nah, jadi seiring dengan itu, gue akhirnya tahu bahwa kak boy dari metal. Dan ternyata riwayat ketua BEMFT itu kebanyakan dari anak metal. Hmmmm jadi pengen tau, berarti mereka punya jiwa kepemimpinan yang teruji dong? Tssaaaaahhh. Bahasa gue. </p>
<p>Kalo dari dalil kan, kalo mau melihat seseorang, lihatlah teman2 duduknya (temen main, temen2 geng-nya). Nah jadi, sikap dan sifat kan boy itu akhirnya membuat pikiran gue tergeneralisasi (halah) bahwa semua anak metal kurang lebih seperti itu. Apakah itu benar? Mari kita lihat berikutnya.</p>
<p>Jadi, lanjutlah ke alasan kedua, yaitu mereka berjiwa pemimpin dan bertanggung jawab. Beda deh kadar kepemimpinannya sama anak2 jurusan ars. Haha. No offense lho. Boleh deh bilang bahwa untuk pernyataan ini gue berpikir bahwa rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri. Karena pada kenyataannya memang begitulah yang gue rasakan. </p>
<p>Berjiwa pemimpin dan bertanggung jawab yang gue maksud di sini adalah termasuk punya kemampuan problem solving yang baik lho (yang jarang gue jumpai di ars). Yaaa itu paketan sih ya. Tapi emang kadang ada yang bisa mimpin tapi kalo ada masalah suka rada2 cuci tangan gitu. Haha. Problem solving yang baik ini juga termasuk sigap dan tanggap kalo ada masalah. Kalo lo adalah cewe, ngeliat cowo yang kayak gini, apa yang lo pikirkan? </p>
<p>Yak, Mereka adalah cowok yang bisa diandalkan.</p>
<p>Yang ketiga, Anak metal itu kompaknya mesti diacungi jempol. Saking kompaknya sampe2 kalo ada satu orang yang ngedeketin cewe, yang lain pasti &#8216;kompak&#8217; ngatur sikon. Haha. Kalo yang ini jangan ditiru yah. </p>
<p>Dan beberapa cerita di bawah barangkali kompilasi dari kedua sifat umum itu.</p>
<p>Waktu itu gue masih ngekos di kutek (kukusan teknik), sama Banu. Malam2, tiba2 kami (gue lupa, antara gue dan banu) dihubungi oleh salah satu dari mereka. Mereka minta bantuan untuk ke kosannya salah satu teman kami, yang jadi spesies langka (haha) di metal.</p>
<p>Oh ternyata waktu itu, Jeni sakit tipes (atau db yah?). Mereka udah bawa jeni ke rumah sakit (wah sigap banget! Kompak pula), dan mereka ga enak mau beres2in barang2nya jeni (dan bawa baju/ barang2 pribadinya ke rumah sakit juga kalo ga salah). Waw. Untuk urusan kayak gini mereka masih mikirin masalah kesopanan. What a gentleman!</p>
<p>Waktu itu juga di Kersos (kerja sosial), mereka adalah orang2 yang bisa diandalkan. Tempatnya adalah di Bojonggaling (haha cobalah cari di peta). Masih daerah2 Bogor atau Jawa Barat gitu kok sebenernya.</p>
<p>Kersos adalah salah satu kegiatan BEMFT yang insyaAllah sampai sekarang dilakukan tahunan. Kegiatannya adalah kerja sosial; pengembangan fasilitas daerah (biasanya jalan dan mck), layanan kesehatan (biasanya klinik cuma2, kadang ada donor darah), lalu social development (misalnya penyuluhan dan pembinaan anak2). Waktu itu kersos 2010 diketuai oleh temen gue yang keren, Ismi, dan gue jadi PJ Proyek nonFisik berdua sama Intan hihihi (miss that moments sooo much!). </p>
<p>Nah. Waktu itu basecamp kami ada di lapangan daerah Bojonggaling itu sendiri. Lapangannya sangaaaaat luas sampe2 kami bisa main layang2 hehehe. Suatu ketika, hujan deras mengguyur Bojonggaling. Saking derasnya, basecamp kami sampe kebanjiran. Rupanya kebanjirannya ini karena letak basecamp kami yang mojok ke pinggir lapangan, yang mana lapangan itu memiliki kontur yang sloping ke pinggir2nya. Sebenernya udah ada tali air atau parit yang dibuat di sekeliling basecamp. Tapi ternyata itu ga cukup. </p>
<p>Lah gue ngapain yak waktu itu? Jangan2 cuma bengong? Haha. Kayaknya iya deh. Cowo2 semua pada keluar bawa cangkul, memperdalam parit, dalam keadaan hujan deras itu. Dan most of them (apa semuanya yak?) adalah anak2 metal. Salut!</p>
<p>Dulu juga, waktu jaman2 gue masih PA1, waktu itu studio lagi bertemakan journey of 25.000 rupiahs. Pada akhirnya, dalam perjalanan yang kami rancang, kami juga merancang sebuah tempat istirahat, yang dilakukan di tengah perjalanan, yang mudah dibuat dan mudah dibereskan. Dan bukan tenda! Hahaha. Dulu gue bikin &#8220;black lily&#8221; yang ternyata sekarang jadi lagunya Corrine Bailey hahahaha *gaknyambung. Maksud gue, dulu gue merancang black lily, yang ternyata susah didirikan wakakkakak. Mosok perlu waktu lebih dari 6 jam ngediriin tenda gitu doang hahahhaa. Dasar emang pikiran masih anak2. </p>
<p>Dan di dalam kesusahpayahan gue itu, sore2an mojok di salah satu hutan (woelah padahal kebon) di dalam lingkungan teknik, di samping dekanat, keringetan, kebingungan, kesusahan, jeng jeeeeeng..!!! Datanglah serombongan pahlawan!! (Sumfe lebe abesss). Mereka ternyata anak2 metal yang abis pulang kuliah. Salah satu menanyakan lagi ngapain gue. Mereka nyamperin, dan akhirnya pada bantuin hahaha. Bahagia sekali mengenal dan berteman dengan mereka. Cowo2 semua lagi, asiiik, jadi punya tambahan tenaga untuk mendirikan &#8216;tenda&#8217; yang meleot sana-sini karena kurangnya perhitungan struktur itu haha. Kayaknya si &#8216;black lily&#8217; ga mungkin bisa berdiri deh tanpa bantuan mereka, karena sejujurnya gue pasti udah akan kebosanan dan kecapekan sendiri mendirikannya. Haha. Terima kasih yaaaaaa teman2 yang baik hatiii!!</p>
<p>Bisa diandalkan, inisiatif, cepat tanggap, ga layah-leyeh, ga bawel-rewel (kayak kebanyakan cowo2 ars haha. Mungkin karena orang ars terdidik untuk detail dan peka, makanya jatohnya jadi bawel). Mereka peduli. Bahkan waktu itu kan gue masih tingkat 2, yang mana blom kenal2 amat, tapi mereka bantuin tanpa pandang bulu (haha apaan deh). Kompak pula. Siapa cewe yang ga mau sama cowo yang bisa diandalkan?</p>
<p>Hmmm sebenernya sepanjang menulis postingan ini, gue juga berpikir kembali. </p>
<p>Gue perlu meralat image gue tentang orang! Haha. Gue seringkali men-generalisasi orang! Misalkan, dia kasar sekali, selamanya akan gue cap dia kasar wahaha. Dia bawel, maka selamanya dia bawel bagi gue. Dia malesin, maka sa&#8217;temen2nya pun malesin bagi gue. Wahahahaha. Orang macam apa gue?! Ga ngaca abiisssss!! Hahaha.</p>
<p>Bahwa sikap dan sifat seseorang dipengaruhi oleh lingkungannya, itu memang benar. Namun setiap orang tetap adalah individu yang beda, yang terpisah dari yang lainnya. Jadi, tetep aja gue ga boleh men-generalisasi orang.</p>
<p>Jadiiiiii.. Berarti gue juga harus mengganti pernyataan yang di atas itu. Bukan &#8216;anak metal&#8217;nya yang merupakan esensinya. Tapi sifat umum dari mereka yang sebenernya gue mau. Mereka hanya memberi gue sebuah &#8216;role model&#8217;. Yaitu orang2 yang bisa diandalkan sebagai lelaki. Pafa kenyataannya, gue juga banyak kok menemukan &#8216;lelaki2 yang bisa diandalkan&#8217; yang bukan anak metal. Kurang lebih begitu. Haha. Yaudah, clear ya, sekarang?  Gue harap gue tidak membuat kesal orang manapun lagi. بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. :p
<p>Posted with WordPress for BlackBerry.</p>
<br />Filed under: <a href='http://annisaseffiliya.wordpress.com/category/mari-sok-berpikir-dan-berkomentar/'>mari sok berpikir dan berkomentar</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annisaseffiliya.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annisaseffiliya.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annisaseffiliya.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annisaseffiliya.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annisaseffiliya.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annisaseffiliya.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annisaseffiliya.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annisaseffiliya.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annisaseffiliya.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annisaseffiliya.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annisaseffiliya.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annisaseffiliya.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annisaseffiliya.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annisaseffiliya.wordpress.com/396/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisaseffiliya.wordpress.com&amp;blog=5369972&amp;post=396&amp;subd=annisaseffiliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/07/25/anak-metal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4821d587560973f5badbd74126e1766?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">seffilis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari Wesi</title>
		<link>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/07/22/hari-wesi/</link>
		<comments>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/07/22/hari-wesi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 05:45:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>annisa.seffiliya</dc:creator>
				<category><![CDATA[mari sok berpikir dan berkomentar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/07/22/hari-wesi/</guid>
		<description><![CDATA[Padahal ke Ubudnya udah lama, tapi baru sekarang gue tulis haha. Di Ubud, gue dan Oi kan ceritanya modal nekat siap tersesat tuh. Jadi di sana kami benar2 ga mau berlanja lenje kemana-mana naik taksi atau travel. Dan ternyata Ubud adalah tempat yang paling tepat untuk mentersesatkan diri dalam ketenangan sekaligus (untuk pengalaman gue dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisaseffiliya.wordpress.com&amp;blog=5369972&amp;post=392&amp;subd=annisaseffiliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Padahal ke Ubudnya udah lama, tapi baru sekarang gue tulis haha.</p>
<p>Di Ubud, gue dan Oi kan ceritanya modal nekat siap tersesat tuh. Jadi di sana kami benar2 ga mau berlanja lenje kemana-mana naik taksi atau travel. Dan ternyata Ubud adalah tempat yang paling tepat untuk mentersesatkan diri dalam ketenangan sekaligus (untuk pengalaman gue dan oi) ketegangan (woelah ga tegang juga si).</p>
<p>Hari pertamanya (Jumat, 6 Mei 2011)kan kami seharian di Gaya Fusion untuk TEDx Ubud), nah di hari keduanya kami berencana untuk keliling2 Ubud, lalu ke tempatnya Mba Sekar di Kuta dengan mampir terlebih dulu di Pasar Sukawati. Perkiraan kami bisa sampai di Kuta sore hari. Kata Mba Sekar ada tempat jajanan sejenis pasar malem gitu yang makanannya enak2 dan rame-seru. Kalau bisa sampai cepat malah kami bisa ke pantai dulu, main2 dulu dengan pasir, baru ke pasar malem itu. Jadi kami sangat excited, berhubung di malam harinya kami harus terbang kembali ke Jakarta.</p>
<p>Bangun menjelang jam 9, dengan layah-leyeh kami bersiap. Pagi itu gue sangat excited sehingga mandi duluan dan langsung pesen sarapan sama Mama, begitu kami memanggilnya, sang Tuan Rumah Loka House.</p>
<p>Karena punya waktu cukup lama untuk menunggu sarapan tiba dan Oi bersiap, gue jadi punya waktu yang cukup lama juga untuk mengamati kegiatan keluarga Mama. Waktu itu gue berpikir, ini apa gue yang baru liat, atau emang Mama bikin sajen lebih banyak dari yang biasanya gue liat ya? Hmmm..</p>
<p>Meskipun udah gue tanya, dan Mama pun menjelaskan, bahwa itu semua untuk upacara, tetap gue nggak ngeh maksudnya apa haha.</p>
<p>Lumayan banyak gue dapet wejangan dari Mama, dan lebih banyak lagi pas Oi datang. Kebanyakan tentang bahwasanya kita (gue, Oi, dan Mama) sebagai cewek harus pinter2 milih cowok. Haha. Ada2 aja.</p>
<p>Hari itu kami berencana ke Museum Antonio Blanco, salah satu tujuan terdekat dari Jalan Monkey Forest. Letaknya juga ga jauh2 amat dari tempat kami menginap, yakni di Jalan Hanoman. Lagipula hampir semua turis di situ juga pada jalan. Dan jalanannya yang di banyak bagian terbuat dari paving block pun membuat jalan itu terdefinisi dengan sendirinya sebagai &#8220;tempat para pejalan kaki juga&#8221;, bukan cuma &#8220;untuk mobil aja&#8221;.</p>
<p>Jadilah kami berjalan-jalan riang sambil ngobrol. Dari sepanjang jalan setapak dari Loka House ke luar (ke Jalan Hanoman), kami menjumpai sajen-sajen kecil diletakkan di tengah jalan setapak. Gue yang jalannya suka ceroboh sering banget hampir nginjek sajen yang dibuat dari beberapa helai kelopak bunga, nasi, sejenis rumput2an, dan dupa dengan bertadahkan daun kelapa yang dilipat menjadi wadah kecil itu.</p>
<p>Suatu hal yang unik dan menyenangkan dari Bali.</p>
<p>Mungkin hal itulah yang membuat gue jadi berpikir &#8216;biasa aja&#8217; ketika ngeliat motor-motor, sepeda-sepeda, dan mobil-mobil di jalan pada dipasangkan sajen. Kekaguman gue pada masyarakat Bali bertambah. Mereka memang teguh menjaga tradisi ya, pikir gue dalam hati.</p>
<p>Dan bla bla bla, kami pulang dari Museum Antonio Blanco untuk bergegas check-out karena ternyata kami keasikan di sana sehingga melampaui waktu yang diperkirakan. Hari sudah hampir jam setengah 1 WITA ketika kami pamitan dengan Mama. Dari Mama, kami dapet wejangan tentang lelaki (lagi hehe) dan di mana-mana saja kami bisa dapat angkot untuk ke Pasar Sukawati. Juga tentang trik menawar harga di sana hehehe ..</p>
<p>Kami jalan membawa gembolan tas ke Pasar Ubud. Di sana juga ada pernak pernik dan segala barang yang bisa dijadikan oleh2, tapi menurut Mama dan orang yang kami ajak ngobrol di sebuah toko postcard, kalo ada kesempatan ke Sukawati mendingan belinya di Sukawati aja. Harganya lrbih murah dan bisa ditawar lebih murah dari yang di Pasar Ubud.</p>
<p>Di pasar Ubud, kami sempat mampir sebentar di cafe yang ada persis di depan Pasar Ubud itu sendiri. Selain karena nunggu angkot ke pasar Sukawatinya yang belum ada, waktu itu juga tiba2 hujan, dan kebetulah kami kelaparan (belum makan siang) dan kebetulan ada cafe yang bisa jadi tempat berteduh sekalian makan hehe. Setelah makan, kebetulan juga hujan berhenti dan angkotnya datang haha. Jadi serba kebetulan yang menyenangkan deh..</p>
<p>Tapi angkot2 di sini ga pake sajen.</p>
<p>Segera kami naik angkot. Abangnya bilang, bahwa angkot ini ga langsung ke Pasar Sukawati, tapi harus jalan dulu sedikit. Tapi itu oke2 aja, kami ga keberatan.</p>
<p>Naik angkot di sini lega. Mobilnya adalah mobil2 minibus gitu soalnya. Mana jendela semua dibuka, dan ga ada macet kayak di jakarta. Perjalanan terasa singkat dan menyenangkan, ditambah dengan semilir angin hmmmmm.. Dan untuk perjalanan sejauh itu kami cuma perlu bayar Rp 5.000 per orang haha. Betapa menyenangkannya.</p>
<p>Turun menjelang Pasar Sukawati, sang angkot belok dan kami harus berjalan lurus. Dengan mudah kami bisa menemukan penampakan sang pasar. Namun rencana kami yang tadinya mau nitipin barang2 di kantor travel ternyata ga bisa terlaksana karena ga ada kantor travel di sana hahaha *dasarmodalnekatsiaptersesat.</p>
<p>Akhirnya kami memutuskan untuk gantian, salah satu jagain barang, yang lain belanja. Dan hal inilah yang membuat pelaksanaan semakin ga sesuai dengan prediksi awal. Taulah, for girls, one hour is never enough to shop Haha.</p>
<p>Dan waktu sudah sangaaat kesorean. Sekitar jam setengah 4 kami selesai, dan segera nyari angkot lagi supaya masih bisa dapet sholat ashar di tempat Mba Sekar.</p>
<p>Ini dia masalahnya. Kami terluntang-lantung ke sana kemari nyariin angkot atau taksi tapi ga ada yang bergeming melirik kami. Haha.</p>
<p>Di sore itu semua mobil tampak berlekas-lekas. Motor-motor juga pada bergegas. Dan orang-orang yang mengendarainya tampak memakai baju formal tradisional. Kendaraan mereka berhiaskan sajen-sajen yang gue lihat dari sepagian tadi.</p>
<p>Di sinilah akhirnya kami mendapat penjelasan bahwa hari ini adalah Hari Wesi, dari sekumpulan warga yang duduk2 dan melihat kami seperti anak ayam kehilangan induk hahaha. Mereka menjelaskan bahwa semua kendaraan lagi diupacarain. Jadi jangan berharap bisa memberhentikan mereka. Upacaranya baru selesai sekitar jam 5-an. Jadi mungkin di jam 5-an sudah ada mobil yang sudah bisa narik lagi.</p>
<p>Haduh. Padahal kami butuh ngejar waktunya. Nunggunya si gapapa. Tapi sholatnya yang susah. Sambil nunggu pun kami tetap berjalan sambil nyari ruangan di tempat umum yang bisa kami pinjam untuk solat. Tapi ga dapet haha.</p>
<p>Beruntung jam setengah 5-an sudah ada angkot yang bisa narik. Dia menawarkan jasa nganterin, tapi tarif yang dipasangnya (menurutnya) lebih mahal. Kami kena Rp 30.000 seorang. Menurut gue gapapa kok. Kau sudah jadi our hero bang, tancaaaps! Haha.</p>
<p>Ya begitulah. Beberapa cerita gue pangkas. Akhirnya kami bertemu Mba Sekar dan dia bilang lupa ngabarin kalo hari ini Hari Wesi. Dari penjelasannya, gue baru tahu kalo di Hari Wesi ini, ga cuma kendaraan aja yang diupacarai, tapi juga segala perkakas dan peralatan rumah tangga yang terbuat dari besi, lebih tepatnya maksudnya adalah terbuat dari logam.</p>
<p>Nah untuk Hari Wesi ini sendiri ternyata pas gue cari-cari gue ga ketemu literatur lain yang menceritakan Hari Wesi. Jadi gue cuma bisa cerita versi gue yah hehe. Mungkin juga nggak ketemu karena sebenarnya namanya bukan Hari Wesi haha. Di Hari Wesi ini mereka nggak melakukan suatu hal yang di luar dari kebiasaan (misalnya puasa, dll.). Mereka tetap beraktivitas seperti biasa. Kendaraan-kendaraan juga dipakai sewajarnya. Hanyadi sore hari itu mereka ga bisa diganggu gugat karena mereka mau mengupacarakan logam milik mereka.</p>
<p>Kalo kata Mba Sekar, di Hari Wesi ini mereka membersihkan barang-barang logam mereka dan mendoakannya; baik itu kendaraan, perkakas pertukangan, pisau, dan lain-lain. Tujuannya supaya selalu ada kebaikan dalam logam-logam tersebut.</p>
<p>Gue langsung teringat dengan Patih haha. Orang Bali itu unik sekali. Mereka tidak pernah menganggap suatu barang adalah sekedar &#8220;barang&#8221;. Mereka me&#8221;nilai&#8221; setiap barang di sekitar mereka, seakan-akan mereka semua adalah makhluk hidup. Dengan demikian, semua barang dianggap sejajar dengan manusia, diperlakukan dengan baik dan mereka selalu berusaha hidup selaras dengan &#8220;barang&#8221;2 itu. Bayangkan, benda logam aja diupacarain. Itu adalah hal yang menurut gue mengagumkan. Ada baiknya juga ya kalau pemikiran ini kita resapi baik2. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />Filed under: <a href='http://annisaseffiliya.wordpress.com/category/mari-sok-berpikir-dan-berkomentar/'>mari sok berpikir dan berkomentar</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annisaseffiliya.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annisaseffiliya.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annisaseffiliya.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annisaseffiliya.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annisaseffiliya.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annisaseffiliya.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annisaseffiliya.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annisaseffiliya.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annisaseffiliya.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annisaseffiliya.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annisaseffiliya.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annisaseffiliya.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annisaseffiliya.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annisaseffiliya.wordpress.com/392/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisaseffiliya.wordpress.com&amp;blog=5369972&amp;post=392&amp;subd=annisaseffiliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/07/22/hari-wesi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4821d587560973f5badbd74126e1766?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">seffilis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bicara Sama Patih</title>
		<link>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/07/22/bicara-sama-patih/</link>
		<comments>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/07/22/bicara-sama-patih/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 05:45:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>annisa.seffiliya</dc:creator>
				<category><![CDATA[mari sok berpikir dan berkomentar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/07/22/bicara-sama-patih/</guid>
		<description><![CDATA[Patih, maaf ya, selama sama gue kayaknya lo ga pernah merasa bahagia. Udah gue jarang mandiin, jarang nge-spa-in, lo selalu gue ajak bekerja keras tanpa tahan banting pula. Patih adalah sebuah motor vario putih yang selama ini setia menemani dan mengantar gue ke mana-mana. Panas dan hujan pun dia jabanin demi mengantar gue. Kadang dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisaseffiliya.wordpress.com&amp;blog=5369972&amp;post=390&amp;subd=annisaseffiliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Patih, maaf ya, selama sama gue kayaknya lo ga pernah merasa bahagia. Udah gue jarang mandiin, jarang nge-spa-in, lo selalu gue ajak bekerja keras tanpa tahan banting pula.</p>
<p>Patih adalah sebuah motor vario putih yang selama ini setia menemani dan mengantar gue ke mana-mana. Panas dan hujan pun dia jabanin demi mengantar gue. Kadang dia juga dalam keadaan sangat capek karena sudah waktunya dispa (baca: dipijet alias dioprek2 alias diservis) tapi gue belum juga mengajaknya ke spa-nya (baca: AHASS). Patih hampir tidak pernah mengeluh. </p>
<p>Pernah suatu waktu gue mengendarai Patih dengan berbonceng temen gue. Temen gue itu bilang pada gue, &#8220;Ini kayaknya berasa bannya bocor deh.&#8221; Padahal gue ga berasa apa-apa. Pas dicek, ternyata bener, bannya kurang angin. Dan hal itu ga terjadi sekali aja. Bokap gue juga pernah membonceng gue dengan Patih, dan yang nyadar kalo ban Patih bocor adalah bokap, bukan gue. Lamailama gue jadi merasa, kok gue kurang memahami Patih ya, sampai2 selalu orang lain duluan yang nyadar kalo Patih kenapa-napa. </p>
<p>Ohya, nama Patih diambil dari jenis dan warnanya (baca: merk: vario putih &#8211;&gt; Patih; gapapa yaa nyebut merk dikit). Yaaa biar sok mesra aja sih gue sama motor gue <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Lagian juga biar mempermudah identifikasi Patih dengan yang lain, yang (akhirnya) dinamain juga: Miyobi (mio biru, alm.), beat, jupi, sonic, miokun(ing), dan paping (vario pink) haha. Sok asik abess..</p>
<p>Selama patih bersama gue pun (woelah) gue hanya pernah sekali memandikan patih. Sisanya Patih dimandikan oleh bokap gue, ade gue, dan mas-mas pemandian umum (baca: tempat cuci motor). Waktu sekali mandiin itu, gue baru nyadar, betapa kotornya Si Patih setelah melanglang buana mengantar gue kemana-mana. Dan ternyata seluk beluk tubuh Si Patih itu ga semudah yang gue kira. Patih punya ketiak di mana-mana yang bisa menyimpan burket yang berupa lumpur dan debu. Dan kalau sudah jarang dicuci, pasti burket merajalela di ketiak-ketiak Si Patih. Saat mengetahui itu, gue jadi menyesal jarang mandiin. Gue pernah merasa sangat risih karena bekerja seharian dan ga mandi, dan dalam keadaan lepek penuh debu campur keringat, rasanya sangat tidak nyaman. Gimana Si Patih. Bisa hampir 2 bulan lho gue ga mandiin. (Maaf yaaa Patih). Dan ternyata sebenernya mandiin Si Patih itu menambah quality time antara gue dan patih lho.. Yaa setidaknya gue dan Patih jadi lebih saling mengenal, terutama gue jadi tahu bagian-bagian tubuh Si Patih dan berjanji pada diri sendiri untuk ga melalaikan kewajiban gue.</p>
<p>Selama riwayat Patih bersama gue pun, Patih selalu kerja banting tulang karena gue entah kenapa selalu apes kena peristiwa jatuh dari motor dengan berbagai alasan, sehingga tubuh Patih terbanting sana-sini dan luka di mana-mana.</p>
<p>Peristiwa jatuh besar (jatuh2 kecil wajarlah yaaa ga usah gue beberin haha) sampai sekarang ada 3, dan semoga tidak ada peristiwa jatuh besar yang lain (آمِيـنَ); yakni jatuh di Ciputat, jatuh di Pondok Cabe, dan jatuh di Puri Mutiara. </p>
<p>Di jatuh yang pertama, waktu itu ada seorang pengendara motor yang tidak tahu aturan tiba-tiba motong jalan. Waktu itu jalan RE Martadinata emang lagi macet banget, Hari Sabtu, biasa.. Gue jalan di kiri jalur. Gue akui memang pada saat itu gue memicu laju Si Patih agak cepat untuk ukuran jalan di jalur kiri. Jalur kiri ini sangat lowong memang. Ditambah lagi ada jalur trotoar yang levelnya sekitar 20 cm lebih tinggi  dari jalan, sehingga gue pun ga perlu khawatir kalo2 ada orang lagi jalan di samping, sebab batas antara pejalan kaki dan kendaraan sudah jelas dan memadai. Ga disangka, ternyata ada pengemudi motor lain yang muncul secara tiba-tiba dari sela antara dua mobil. Secara TIBA-TIBA!! Sembilan puluh derajat selisih antara arah laju gue dan arah laju dia. Seketika gue ngerem mendadak. Dia berhasil belok, tapi gue ga berhasil dengan usaha ngerem ini. Sayangnya pinggiran kiri jalan adalah area di mana pasir dan debu mengendap dan berkumpul. Yak, bisa ditebak: pasir+ban+rem mendadak=tergelincir bebas. </p>
<p>Gue dan patih miring ke kiri tergelincir dan terseret dan menghasilkan luka baik pada gue dan patih. Nyebelinnya, tu orang yang menyebabkan gue ngerem mendadak sampe jatoh bukannya nolongin malah ngeliat dari motornya saja dan berkata, &#8220;Makanya hati-hati mbak.&#8221;</p>
<p>I wish I were not too shocked at that time to shout &#8220;TAEEEE!! Tanggung jawab lo sini!&#8221; Pada kenyataannya gue cuma bengong dengan begonya pas dia bilang begitu, lalu dia melenggang pergi dan gue tetep berbengong-bengong ria. Inget pak, karma itu ada!</p>
<p>Oke cukup. Yang kedua di Pondok Cabe, gue akui murni karena kesalahan gue. Gue ngantuk! Aura2 ngantuk udah berasa sebenernya pas di daerah Bona Vista. Anehnya gue tetep bertahan nyetir, entah itu merupakan bagian dari gue ngigo atau gimana. Gue ga inget apa-apa sama sekali. Yang gue inget adalah gue merasakan benturan, sempet ngeliat knalpot motor lain, trus tau2 gue udah ada di aspal, dan gue melihat Si Patih sedang meluncur sekitar 5 meter di depan gue. &#8220;Ada apa nih?&#8221;, adalah kata pertama di benak gue sebelum gue sadar, &#8220;Oh gue jatoh.&#8221;</p>
<p>Orang2 langsung menghampiri gue. Sebagian bantu gue untuk bangun, sebagian lagi bantu si Patih untuk bangun juga. Gue sadar bahwa gue ngantuk. Maka akhirnya gue tanya, &#8220;Tadi ada yang saya tabrak ga? Siapa yang saya tabrak?&#8221;</p>
<p>Mereka menjawab, &#8220;Itu tuh mbak, orangnya udah pergi ke arah sana!&#8221; Sambil menunjuk dengan nada marah. Masih ga ngerti, ada tambahan orang dalam kerumunan yang nanya? &#8220;Ada apa? Ada apa?&#8221;</p>
<p>Salah seorang dari kerumunan ini menjawab, &#8220;Ini, simbaknya diserempet orang, orangnya udah kabur.&#8221;</p>
<p>Lah? Waakakkakakakakkak. Oke. Jadi perihal ngantuk gue tidak terbaca. Kali ini gue pulang dengan keadaan abis jatoh dari motor dan ketawa2. </p>
<p>Yang ketiga adalah yang terparah buat Patih. Kejadiannya belum lama. Waktu itu gue dari kantor lewat jalan benda (cmiiw) tujuan ke puri melati. Menjelang tanjakan, gue udah pasang lampu sen (biasa orang menyebutnya. Mungkin maksudnya lampu sign kali ya? Lampu belok). Di deket belokan, gue berhenti sambil liat situasi. Gue cek dari spion, lumayan aman. Tampak ada beberapa lampu motor di belakang sedang melaju, tapi masih jauh, kondisi terpantau. Pandangan gue fokusin ke depan seberang, di mana mobil melaju dari arah sebaliknya. Kirain akan aman saja, bahkan mungkin resiko datang dari depan (arah sebaliknya). Eh tak disangka ternyata dalam ketenangan menunggu kesempatan tepat untuk belok ada yang nyundul si Patih dari belakang.</p>
<p>Kejadian berlangsung sangat cepat dan terjadi begitu saja. Segeralah gue dan patih terjerembab ke aspal. Segera pula gue bangun. Si orang yang nabrak gue masih kesusahan ketiban motornya sendiri. Dari pos ronda yang berupa saung yang sederhana di sebelah kiri jalan, orang-orang menolong memapah gue dan memboyong patih. Dengan sedikit terpincang gue duduk. Salah satu dari mereka memberi gue air mineral, yang lain menyarankan gue untuk liat2 badan, ada yang luka/kenapa-napa atau nggak.</p>
<p>Orang yang nabrak gue dilarikan ke ruas jalan yang menyiku dari posisi pos, masih dalam satu belokan. Pos ini memang kecil, karena sebenernya cuma buat jagain parkir motor2 untuk gedung ruko 2 lantai di sebelahnya. Dan gue sama sekali ga tau keadaannya gimana. Padahal selain kuatir gue juga mau marah2 sama tu orang. Meleng banget sih jadi orang.</p>
<p>Tapi yasudahlah. Gue cek badan gue, ga ada kerusakan yang cukup berarti. Gue cek patih, waktu itu gue ga nyadar terjadi sesuatu. Gue pikir patih baik2 aja. </p>
<p>(Updated)<br />
Ternyata keadaan Patih ga sebaik yang gue kira. Waktu ngecek keadaan Patih, gue ga nyadar kalo pijakannya sebelah kanan keropos. Gue baru nyadar hal itu pas salah seorang membantu gue nyebrangin patih karena gue masih trauma belok kanan.</p>
<p>Dan pada saat itupun gue pikir cuma keropos biasa. Yasudahlah, udah nyebrang juga. Masa mau balik lagi.</p>
<p>Sepanjang perjalanan pulang, lampu radiator Patih menyala. Waktu itu gue ga tau kalo itu pertanda Patih demam. Sudah begitu, pas nyampe rumah, gue pun lupa nanyain maksud lampu itu menyala kenapa. Jadilah besok paginya nyokap gue make untuk mengantar ade gue. </p>
<p>Daaaan ternyata pas nyokap gue mau ngisi bensin, badan Patih berasap waktu joknya dibuka! Щ(ºДºщ) Petugas spbu menyarankan nyokap ke bengkel, karena itu pertanda air radiatornya habis. Ketika dibawa ke bengkel dan abangnya memberi minum patih dengan <em>coolant</em>, dia bingung. Lho kok Patih rakus amat, menenggak segitu banyak coolant tapi tak kunjung membuat dahaganya hilang. Curiga, dia bongkar pijakan yang seperti jakun di tubuh patih. Jeng jeeeeng!! Ternyataaaaaa radiatornya retak/pecah/bocorrr!! Dia menyarankan untuk ke Rumah Sakit (baca: bengkel resmi) AHASS untuk dapet suku cadangnya, namun itupun ga semua Rumah Sakit punya radiator.</p>
<p>Huaaaa Patih, kau jadi sundel bolong! Uwaaa Щ(ºДºщ) </p>
<p>Dan siklus lupa menyerang nyokap gue sehingga nyokap ga bilang ke gue tentang hal ini, dan dengan tanpa tahu apa2, Patih gue ajak ke kantor setelah peristiwa berasap ini. Gue yang tidak peka ini pun hanya sedikit curiga2 saja dan memang ga tau kalo Patih lagi demam. Hiks. Maap yaaa Patih.. </p>
<p>Dan begitulah, sampai pulang dari kantor, sesampai di rumah, gue baru dikasitau nyokap tentang keadaan Patih yang sebenarnya. Huhuhu..</p>
<p>Setelah hari itu, besokannya Patih tidak lagi menemani gue ke mana-mana. Patih dilarikan ke RS dan ternyata harus rawat inap. Tadinya Patih ke RS AHASS terdekat, namun ternyata suku cadangnya ga ada. RS itu merujuk pada RS AHASS yang lain, dan akhirnya dirawat inap di sana, sebab suku cadang yang dimaksud adalah barang indent. </p>
<p>Namun itupun ternyata tidak cukup. Rupanya setelah pulang dari RS dengan suku cadang baru,</p>
<br />Filed under: <a href='http://annisaseffiliya.wordpress.com/category/mari-sok-berpikir-dan-berkomentar/'>mari sok berpikir dan berkomentar</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annisaseffiliya.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annisaseffiliya.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annisaseffiliya.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annisaseffiliya.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annisaseffiliya.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annisaseffiliya.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annisaseffiliya.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annisaseffiliya.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annisaseffiliya.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annisaseffiliya.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annisaseffiliya.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annisaseffiliya.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annisaseffiliya.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annisaseffiliya.wordpress.com/390/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisaseffiliya.wordpress.com&amp;blog=5369972&amp;post=390&amp;subd=annisaseffiliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/07/22/bicara-sama-patih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4821d587560973f5badbd74126e1766?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">seffilis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Nurturing Ubud</title>
		<link>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/06/17/the-nurturing-ubud/</link>
		<comments>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/06/17/the-nurturing-ubud/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 04:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>annisa.seffiliya</dc:creator>
				<category><![CDATA[mari sok berpikir dan berkomentar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://annisaseffiliya.wordpress.com/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Haiyah.. akhirnya gue tulis juga ini postingan yang kiranya udah basi sebulan yang lalu haha (as always). Sebulan yang lalu, tepatnya tanggal 6 Mei 2011, gue dan Oi bertandang ke Ubud demi sebuah acara, yakni TEDx Ubud.  Sebenarnya gue (dan mungkin juga Oi) ketika meregister untuk TEDx Ubud ini sama sekali tidak kenl dengan satupun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisaseffiliya.wordpress.com&amp;blog=5369972&amp;post=385&amp;subd=annisaseffiliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Haiyah.. akhirnya gue tulis juga ini postingan yang kiranya udah basi sebulan yang lalu haha (as always).</p>
<p>Sebulan yang lalu, tepatnya tanggal 6 Mei 2011, gue dan Oi bertandang ke Ubud demi sebuah acara, yakni TEDx Ubud.  Sebenarnya gue (dan mungkin juga Oi) ketika meregister untuk TEDx Ubud ini sama sekali tidak kenl dengan satupun pembicaranya lho. Juga curratornya. Jadi, kami hanya datang karena panggilan hati (woelah).</p>
<p>salah satu teman gue yang kami bertemu di sana berkata (setelah cipika cipiki), &#8220;Enough, mingle, mingle!&#8221; sambil mengibaskan tangannya menyuruh kami membaur dengan yang lain. Dengan segera kami menghilang dalam kerumunan orang yang kebanyakan bukan wajah pribumi. Di dalam acara ini sendiri, gue sendiri ga banyak berkenalan dengan orang, meskipun semua orang di sini, baik attendee, volunteer, team TEDx Ubud sendiri, sampai para pembicaranya bisa punya banyak waktu untuk saling berkenalan, ngobrol, dan lain sebagainya.</p>
<p>Ada salah satu wanita yang kami berkenalan dan kami punya cukup banyak waktu ngobrol. Namanya Alexandra du Sold. Ada satu hal yang menarik yang dia ceritakan, yang membuat gue berpikir untuk mengambil benang merah dari kesemua pembicara TEDx Ubud, kenapa mereka menetap di Bali, sampai kenapa ada buku dan film Eat Pray Love.</p>
<p>Bahkan Alexandra gue rasa lebih &#8216;memiliki&#8217; -belongs to- Ubud ketimbang gue dan Oi yang notabene warga negara sendiri (haha iyalah, ini sama sekali ga ada hubungannya dengan nasionalisme). Alexanda menceritakan, dia sudah bulan ketujuh tinggal di Ubud. Dia adalah penulis, kebanyakan tulisannya adalah cerita fiksi. Ohya. Namanya emang kedengeran Perancis, tapi dia orang Jerman. Dia sudah pernah hidup di berbagai kota di belahan dunia. terakhir adalah London, yang dia di sana juga bekerja sebagai penulis. Lelah dengan London, dia ke Ubud dan rasa-rasanya ga mau balik lagi deh ke London (dari caranya menyebutkan dan menceritakan London, dan dia pun menyebutkan sendiri bahwa dia ga mau balik lagi ke sana hahaha).</p>
<p>Alexandra bilang, ada hal yang magis dari Bali.</p>
<p>Bali emang jadi tempat wisata sorotan dunia, dan banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang datang ke mari. Tapi jangan salah, ga sembarang orang bisa tinggal dan menetap di Bali. Bali memiliki kekuatan feminin yang sifatnya meramut. &#8220;Nurturing&#8221; kalo kata Alexandra. Kata Alexandra, &#8220;When going to Bali, you don&#8217;t need to know what to do, your aim, your purpose. Bali will call you. Bali will tell you.&#8221;</p>
<p>Dan ga semua orang bakal cocok di Bali. Kekuatan magisnya yang bersifat feminin, keibuan, meramut inilah yang akan menentukan. Katanya, banyak dia lihat teman2nya yang &#8216;ga cocok&#8217; di Bali.Orang-orang yang datang ke Bali adalah orang-orang yang memang dipaggil oleh Bali. Dan setelah nurturingnya selesai, atau energi lo ga cocok dengan Bali, Bali will kick you off. Dengan berbagai cara. Entah itu karena tugas/urusan lo udah selesai, entah karena lo kehabisan uang dan ga bisa bertahan lagi di Bali, entah karena ada suatu hal yang memanggil lo atau harus lo kerjakan di luar Bali, entah karena lo ga bisa bersosialisasi dengan baik dan akhirnya tidak diterima oleh leingkungan, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Dai bilang, di sana, dia bisa duduk berminggu-minggu di depan komputer dan hampir tidak mengerjakan progress yang berarti. Tapi begitu di Bali, ide dengan mudahnya meluncur. Hal ini dia bilang, dia rasakan di Ubud.</p>
<p>Kayaknya memang orang-orang yang ke Ubud adalah orang-orang yang mencari ketenangan berpikir.</p>
<p>Soalnya akhirnya gue sadari setelah mendengar kesemua talk yang ada di TEDx Ubud. (untuk lebih lengkapnya, videonya udah diupload kok.. cari aja di http://tedxubud.tumblr.com/). Lihat mereka.. Mereka menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka di Bali.. Bali seperti sebuah escape yang menampung orang-orang &#8216;hilang&#8217;, jadi rumah asuh bagi mereka, dan kemudian membesarkan mereka dengan nama-nama hebat.</p>
<p>Waw. Dan gue ga tau bagaimana mengakhiri postingan ini, sebab sepertinya ada yang belum gue sampaikan.. Hmmmmmmm&#8230;.</p>
<br />Filed under: <a href='http://annisaseffiliya.wordpress.com/category/mari-sok-berpikir-dan-berkomentar/'>mari sok berpikir dan berkomentar</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annisaseffiliya.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annisaseffiliya.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annisaseffiliya.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annisaseffiliya.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annisaseffiliya.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annisaseffiliya.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annisaseffiliya.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annisaseffiliya.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annisaseffiliya.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annisaseffiliya.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annisaseffiliya.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annisaseffiliya.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annisaseffiliya.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annisaseffiliya.wordpress.com/385/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisaseffiliya.wordpress.com&amp;blog=5369972&amp;post=385&amp;subd=annisaseffiliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/06/17/the-nurturing-ubud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4821d587560973f5badbd74126e1766?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">seffilis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanjung Lesung Ecosport</title>
		<link>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/05/28/tanjung-lesung-ecosport/</link>
		<comments>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/05/28/tanjung-lesung-ecosport/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 19:13:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>annisa.seffiliya</dc:creator>
				<category><![CDATA[mari sok berpikir dan berkomentar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://annisaseffiliya.wordpress.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[Huh. Paling sebel deh kalo nungguin sesuatu lamanya setaun! Nih contohnya, gue lagi nungguin skecapan yang sebenernya cuma tinggal copy-paste antara file gue dan file partner gue supaya sinkron tapi dari gue belom makan, sampe udah selesai makan disertai ngobrol2 yang lamaaaa banget, dari belom solat, ampe solat selesai, dari gue pengen boker, ampe boker [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisaseffiliya.wordpress.com&amp;blog=5369972&amp;post=382&amp;subd=annisaseffiliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Huh. Paling sebel deh kalo nungguin sesuatu lamanya setaun! Nih contohnya, gue lagi nungguin skecapan yang sebenernya cuma tinggal copy-paste antara file gue dan file partner gue supaya sinkron tapi dari gue belom makan, sampe udah selesai makan disertai ngobrol2 yang lamaaaa banget, dari belom solat, ampe solat selesai, dari gue pengen boker, ampe boker udah selesai pula, tetep aja satu unit yang  dicopy ini tak kunjung bergeming. Emang sih file-nya berat banget. Gue jamin kalo ga pake komputer kantor gue ini pasti komputer lain udah give-up. Yaudah daripada kelamaan bengang-bengong ga jelas cuma nungguin si bundaran ini berputar beratus-ratus kali, dan daripada gue kelamaan pidato pembukaannya (hehe) mendingan gue bayar hutang gue: menulis tentang ecosport Tanjung lesung! Hahahaha..</p>
<p>Hmmm ternyata udah sebulan aja ya semenjak acara Tanjung Lesung Ecosport. Beruntung banget ya rasanya gue secara mengalir begitu saja menjadi bagian dari PPCAI. PPCAI adalah Pengurus Pusat Yayasan Cinta Alam Indonesia. Yayasan ini bergerak di bidang pembinaan sumber daya manusia dan peduli alam. Ada banyak divisi dalam PPCAI. Salah satunya adalah divisi yang mewadahi minat dan hobi anak muda (jeile) dalam penjelajahan dan peduli lingkungan. Nah, ada lembaga pecahan PPCAI yang udah maju lebih dulu dan fokus di bidang peduli lingkungan, yakni CAI Diving Banten. CAI Diving Banten ini mengkhususkan diri pada kelautan, mulai dari olahraga laut, sampai segala hal yang menyangkut peduli lingkungan kelautan, yakni pelestarian ekosistem laut. Nah untuk keseluruhan paragraf ini, CMIIW yaaa, kali aja penjelasan gue ada yang beda makna.</p>
<p>Nah, tanggal 28 April yang lalu, CAI Diving Banten mengundang PPCAI untuk ikut dalam acara yang diselenggarakannya dengan Krakatau Steel, yakni Earth Day 2011 dengan tema Ecosport for Earth. Di dalam acara ini, ada berbagai kegiatan, diantaranya mangrove forest trekking &amp; cleaning up, mangrove forest biking, eco-snorkelling, dan program edukasi masyarakat tentang pelestarian hutan mangrove. Ada beberapa kegiatan keakraban juga, lomba kanoeing, dan hmmm apa lagi yak gue lupa hehhe.</p>
<p>Acara ini diadakan cuma seharian dalam hari Sabtu itu. Jadi, semuanya dibikin paralel (kemudian gue menyadari bahwa memang ga bisa peserta mengharapkan ikut semuanya) dan peserta dibagi menjaid beberapa kelompok. Mangrove trekking &amp; cleaning up diparalelkan dengan biking dan edukasi pelestarian mangrove. Untuk yang kedua ini, gue ga begitu memperhatikan sih, tapi kalo ga salah orang2 yang khusus datang dengan sepeda gunung dibekali buku-buku tentang pelestarian alam, dan mereka akan membagikan paket tersebut ke SD yang sudah mereka rancang treknya. Nah kalo gue ikutan di acara mangrove trekking &amp; cleaning up.</p>
<p>Btw, pesertanya beragam lho, mulai dari Karpala (Karyawan Pecinta Alam &#8211; Krakatau Steel), PPCAI, sampai perwakilan Pramuka dari SMP tertentu (hehe gue lupa nanya dari SMP mana). Awalnya gue pikir, ih kok gue disamain sama anak SMP? Whoooo! gue langsung menyoraki diri gue sendiri, &#8220;Heh jangan anggap remeh dulu. Justru dari orang muda inilah bakal timbul semangat dan kompor2 baru untuk pelestarian alam, ya gak?&#8221; (haha terdengar idealis ya).</p>
<p>Abis dibagi menjadi berberapa kelompok, masing2 kelompok punya 2 orang pendamping dari panitia yang bakal meng-guide jalan kami sambil</p>
<p>Tenyata kegiatan mangrove trekking dan clening up ini ga cuma jalan2 aja sambil bersihin sampah2 yang ada di hutan mangrove itu. Kami juga diberi edukasi tentang ekosistem mangrove, mulai dari pengertian ekosistem, sampai mangrove dan segala jenisnya.</p>
<p>Hmmm ini sebagian dari edukasi yang gue inget aja yah. Ekosistem itu adalah segala makhluk hidup dan tidak hidup (bener gak sih bahasanya?) yang tinggal dalam suatu wilayah dan telah saling berinteraksi. Interaksi ini membuat mereka jadi saling menguntungkan dan membutuhkan satu sama lain. Singkatnya, bedanya misalkan gini: kita datang wisata ke gurun sahara, trus kehabisan bekal dan akhirnya mengambil air dari kaktus yang ada di sana. Kita bukan bagian dari ekosistem gurun sahara itu, karena tidak terjadi hubungan timbal balik antara kita dengan ekosistem Gurun Sahara. Hehe kayak merefresh kembali pelajaran SD yh. Tapi ternyata ini baru dasarnya. Setelah kmi paham dulu apa itu ekosistem, baru deh masuk mengenal mangrove itu apa.</p>
<p>Ternyata mangrove bukan pohon bakau doang lho. Hahaha. Ini yang kebanyakan orang (termasuk gue) suka salah kaprah. Yang namanya mangrove itu ternyata adalah golongan tanaman yang hidup di antara dua dunia: antara darat dan air, dan antara air asin (laut) dan air tawar. Jenis pohonnya sendiri bermacam-macam. Bakau hanya salah satu dari ratusan (atau ribuan) jenis spesies lainnya. (Wow it&#8217;s amazing gue masih bisa mengingatnya hahahhaha).</p>
<p>Jadi, ada banyak jenis tanaman yang termasuk mangrove. Mereka biasanya tumbuh beramai-ramai di bibir pantai sehingga membentuk hutan. Inilah yang disebut hutan mangrove. Nah bentuknya hutan mangrove juga bermacam-macam. Ada kumpulan hutan mangrove yang hidup di daerah pasang surut, sehingga sirkulasi air terjadi cukup sering. Ada juga yang tinggalnya di semacam laguna. Hmmm jadi kayak ada cekungan di antara daratan dan pantai, sehingga cekungan ini terus terisi air. Tipe hutan mangrove yang ini mengalami sedikit sekali pergantian air. Seringkali hutan mangrove ini keliatan kayak rawa-rawa, kayak sebagian hutan mangrove yang kami susuri di acara ini. Butek dan kelihatan tidak menarik. Tapi jangan salah, air di dalamnya ternyata bagus banget untuk nursery para ikan, soalnya selain banyak nutrisi juga arusnya relatif tenang untuk mereka yang masih belajar berenang (woelah).</p>
<p>Naaaaah.. Trus kenapa dong kita perlu tau tentang mangrove? Jadiii mangrove ini ternyata punya pengaruh besar terhadap jumlah ikan di laut dan penanggulangan bencana.</p>
<p>Karena sifat mangrove yang murturing/nursering, ikan2 diasuh dulu di sini, barulah setelah cukup dewasa mereka terjun ke laut lepas.  Jadi, ikn2 berkualitas yang kita konsumsi sebagian adalah hasil asuhan ibu2 mangrove. Selain itu, sifatnya yang demen berkumpul menjadi hutan ini, disertai dengan akarnya yang menyebar di darana dan jauh menusuk de dalam tanah bisa meredakan arus laut, meredakan gelombang pantai, bahkan bisa meredakan amukan tsunami, karena mereka seperti garda depan yang menghadang terjangan arus (woelah lebay banget bahasa gue).</p>
<p>Manusia, sering memanfaatkan keindahan pantai dengan membangun resort indah dan untuk tujuan itu sering mengesampingkan hutan mangrove (a.k.a. banyak hutan mangrove yang dibersihkan untuk jadi lahan resort). Banyak juga sih kepentingan manusia yang lainnya yang menghalalkan pemberantasan hutan mangrove. Pentingnya hutan mangrove baru disadari ketika ada bencana. Contohnya Tsunami. Padahal sebenernya peniadaan hutan mangrove ini udah dirasakan para nelayan (ikan2 tangkapan mereka semakin berkurang). Lebih parahnya lagi, pengrusakan hutan mangrove juga punya dampak ke terumbu karang. Soalnya dengan berkurangnya jumlah ikan yang main-main ke terumbu karang, berkurang juga makanan terumbu karang itu, sebab ikan dan terumbu karang sudah bersahabat sejak lama dengan menganut simbiosis mutualisme haha.</p>
<p>Begitu gan. Hadeh tau gak sih ini gue mau ngesave aja kudu nunggu 10 detikan cuma untuk ngetik SATU HURUF untuk judul file-nya! Grrrh!!! (oke ini intermezo). Mari lanjutkan.</p>
<p>Ya begitulah. Kadang pertumbuhan hutan mangrove juga terhambat cuma gara2 sampah. Yak. Sampah. Sampah-sampah yang dibuang ke laut toh juga harus berlabuh jua (halah). Di pantailah mereka mengakhiri perjalanan panjang terombang ambing di lautan dan akhirnya memenuhi pantai dan menyangkutkan diri di kaki-kaki mangrove. Padahal sampah-sampah itu ga cuma bawa diri mereka, tapi bawa zat racun juga yang membawa efek ke pertumbuhan mangrove dan ikan2.</p>
<p>Jadi, mangrove trekking ini adalah upaya kita2 (kita siape?) untuk mengenal dan liat secara langsung keadaan hutan mangrove di Indonesia dan juga rasa solidaritas kita pada hutan mangrove dengan upaya kecil ngumpulin sampah yang berserakan. Moga2 sedikit banyak ada manfaatnya. Haha. Di akhir jalan2 kami masing2 peserta diminta membuat &#8216;petisi&#8217; untuk kdiri sendiri tentang apa yang mau kita lakukan setelah ini mengenai kepedulian terhadap hutan mangrove. Yaudah deh gue membuat janji pada diri gue sendiri untuk menulis tentang acara ini di dalam blog gue dan media jejaring sosial, suapay orang2 pada tau tentang hutan mangrove, setidaknya kalau mereka baca blog/media jejaring sosial gue yang lain. Yang gue lakukan adalah meng-upload foto di fb (haha! itu udah termasuk mempublikasikan kan?), dan yang sekarang gue lunasi: menulis di blog. Hohoho.</p>
<p>Akhir kata, tunai sudah janji bakti saya. Semoga tulisan ini bisa jadi media berbagi pengetahuan (tumben amat gue update beginian hehhehe).</p>
<p>Abis ini boleh komentar kan? Hehe.</p>
<p>Tapi yang namanya manusia tetep aja yah manusia, kadang suka ga menganggap ada &#8216;makhluk lain di sekitarnya. Contohnya nih: Ada beberapa pengunjung lain di Tanjung Lesung yang ingin menikmati keindahan Tanjung Lesung. Tapi lo harus liat apa yang mereka perbuat pada resortnya sendiri. Di sore hari bagian depan kamar bilas penuh dengan BUSA bekas bilasan. Entah karena fasilitas pembuangannya yang kurang apa emang orangnya yang pada isrof buangin air yang ternoda busa seenaknya. Bau busa ini bercampur bau pesing, agaknya ada yang sekalian pipis -.- Jangan liat tempat bilasnya. Penuh sampah shampoo dan sabun hiiih. Padahal buang ke tong sampah apa susahnya sih? Deket juga. Kayak gue dong, lupa bawa shampoo dan sabun dan akhirnya bilas pake air aja huehehehe.. *sok suci abisssss*</p>
<p>Sekian dulu ah. Lagi labil nih esmosi gue gegara BARU selesai NGESAVE ajaaaa gitu yaaa sampe gue mengakhiri nulis ini postingan.. Rrrrr!!</p>
<br />Filed under: <a href='http://annisaseffiliya.wordpress.com/category/mari-sok-berpikir-dan-berkomentar/'>mari sok berpikir dan berkomentar</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annisaseffiliya.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annisaseffiliya.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annisaseffiliya.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annisaseffiliya.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annisaseffiliya.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annisaseffiliya.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annisaseffiliya.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annisaseffiliya.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annisaseffiliya.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annisaseffiliya.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annisaseffiliya.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annisaseffiliya.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annisaseffiliya.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annisaseffiliya.wordpress.com/382/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisaseffiliya.wordpress.com&amp;blog=5369972&amp;post=382&amp;subd=annisaseffiliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/05/28/tanjung-lesung-ecosport/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4821d587560973f5badbd74126e1766?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">seffilis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manusia Dalam Cermin</title>
		<link>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/04/19/manusia-dalam-cermin/</link>
		<comments>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/04/19/manusia-dalam-cermin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 12:43:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>annisa.seffiliya</dc:creator>
				<category><![CDATA[mari sok berpikir dan berkomentar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://annisaseffiliya.wordpress.com/?p=376</guid>
		<description><![CDATA[Ceritanya gue lagi nyari-nyari ukuran besaran maksimal cermin dan bertanya pada Om Google. eh tak disangka ketemu sepenggal cerita singkat (jeile). Simak ya gan: ============================================= Bertahun-tahun lalu ada seorang penjelajah yang pergi ke alam liar Afrika. Di antara berbagai bawaan, dia membawa dua buah cermin ukuran besar. Ketika tiba penjelajah ini menaruh cermin ini pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisaseffiliya.wordpress.com&amp;blog=5369972&amp;post=376&amp;subd=annisaseffiliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ceritanya gue lagi nyari-nyari ukuran besaran maksimal cermin dan bertanya pada Om Google. eh tak disangka ketemu sepenggal cerita singkat (jeile). Simak ya gan:</p>
<p>=============================================</p>
<p>Bertahun-tahun lalu ada seorang penjelajah yang pergi ke alam liar Afrika. Di antara berbagai bawaan, dia membawa dua buah cermin ukuran besar. Ketika tiba penjelajah ini menaruh cermin ini pada dua pohon yang berhadapan kala dia sedang mempersiapkan penjelajahan. Lalu dia memperhatikan seorang penduduk asli datang menghampiri satu dari cermin itu dengan tombak di tangannya. Penduduk asli ini mulai menusuk-nusuk cermin itu, dan pada akhirnya membuat semua gerakan untuk membunuh lawan yang dia lihat di cermin. Penjelajah lalu berjalan ke arah penduduk asli dan menanyakan mengapa dia meremukkan kaca cermin itu. Penduduk asli membalas : &#8220;Dia (bayangan dalam cermin) bermaksud membunuh saya, jadi saya bunuh dia lebih dulu&#8221;.</p>
<p>Penjelajah menerangkan pada pria pribumi bahwa bukan untuk itu maksud cermin dibuat. Penjelajah membawa pribumi ini pada cermin satunya yang masih tersisa dan menunjukkan padanya guna cermin : bagaimana melihat jika rambutnya tersisir rapi, untuk melihat apakah cat di wajahnya sudah tepat dan untuk melihat bagaimana besarnya ototnya kini. Penduduk asli begitu terpesona kala cermin itu mampu menunjukkan sisi terbaik dirinya dan merefleksikan seorang pria yang ramah.</p>
<p>Itulah yang terjadi dengan jutaan orang di sekeliling kita. Mereka menjalani kehidupan dengan mengharapkan suatu pertarungan. Mereka mengharapkan pertempuran dan itulah caranya mereka bersikap. Mereka mengharapkan memiliki musuh dan mereka begitu yakin dengan hal itu. Mereka mengharapkan untuk mengalami kesulitan, agar pemerintah mencoba mengambil manfaat dari keberadaan mereka, agar perusahaan memberi pekerjaan lemburan dan membayar mereka dengan murah. Coba tebak apa yang sebenarnya terjadi? Ini benar-benar kedengaran seperti kebanyakan tayangan popular di TV. Mereka mempertunjukkan perkelahian, argumentasi dan melibatkan karakteristik terburuk dari manusia.</p>
<p>Apakah jenis cermin yang Anda lihat setiap pagi kala melihat orang yang Anda lihat. Tuhan memberikan pada setiap kita kekuatan untuk memilih dan itu termasuk dunia, orang-orang dan hasil yang kita harapkan. Apa yang Anda pikir dan lihat sekarang ini pada akhirnya akan menjadi seperti apa jadinya Anda. Ini bukan prinsip baru, hanya saja perlu lagi diingatkan pada kita sekarang dan untuk waktu ke depan.</p>
<p>Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. (Amsal 23:7)</p>
<p>Sumber Penulis: <a href="http://www.jawaban.com/" target="_blank">http://www.jawaban.com</a></p>
<p>Sumber: http://www.forumbebas.com/thread-23913.html</p>
<p>Wah. Keren ya!</p>
<br />Filed under: <a href='http://annisaseffiliya.wordpress.com/category/mari-sok-berpikir-dan-berkomentar/'>mari sok berpikir dan berkomentar</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annisaseffiliya.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annisaseffiliya.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annisaseffiliya.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annisaseffiliya.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annisaseffiliya.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annisaseffiliya.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annisaseffiliya.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annisaseffiliya.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annisaseffiliya.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annisaseffiliya.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annisaseffiliya.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annisaseffiliya.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annisaseffiliya.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annisaseffiliya.wordpress.com/376/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisaseffiliya.wordpress.com&amp;blog=5369972&amp;post=376&amp;subd=annisaseffiliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/04/19/manusia-dalam-cermin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4821d587560973f5badbd74126e1766?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">seffilis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Truk Sampah</title>
		<link>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/04/09/truk-sampah/</link>
		<comments>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/04/09/truk-sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2011 19:37:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>annisa.seffiliya</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita sehari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[mari sok berpikir dan berkomentar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://annisaseffiliya.wordpress.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[Di postingan ini gue cuma mau share suatu surat elektronik yang disampaikan temen gue melalui milis. Hmmm awalnya ketika suatu hari gue mendapati seorang temen gue menulis di suatu media jejaring sosial yang sekarang tidak ada jejaknya lagi karena pasti sudah dihapus. Dia tulis, &#8220;Males ke atas, lagi sakit perut (krauss.. krauss.. sambil makan). BANGSAT! [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisaseffiliya.wordpress.com&amp;blog=5369972&amp;post=373&amp;subd=annisaseffiliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di postingan ini gue cuma mau share suatu surat elektronik yang disampaikan temen gue melalui milis. Hmmm awalnya ketika suatu hari gue mendapati seorang temen gue menulis di suatu media jejaring sosial yang sekarang tidak ada jejaknya lagi karena pasti sudah dihapus. Dia tulis, &#8220;Males ke atas, lagi sakit perut (krauss.. krauss.. sambil makan). BANGSAT! GUE LEBIH SAKIT PERUT NGELIAT TINGKAH LO!!!&#8221; -as I ever told, gue emang pelupa, tapi gue ga bisa lupa perlakuan buruk orang ke gue, dan jangan tanya kenapa, gue juga ga tau.</p>
<p>Jleb!</p>
<p>Gue masih nggak ngerti kenapa ada orang yang sebegitu enggannya menegur kesalahan seseorang sampai seperlu itu dia ungkapkan kepada seluruh dunia melalui situs jejaring sosial. Pertama, it it was an intollerated bad thing, then yelling INDIRECTLY to the person will never make any positive impacts, see? Jadi? yelling such way cuma sekedar peluapan kekesalan? Buat apa? Kedua, it will make further bad things, e.g. lo bilang kejelekan si A, nah temen2 lo si B, C, D, E, dan seterusnya yang tau si A kan jadi ter&#8217;doktrin&#8217; bahwa si A benar seperti yang lo anggap.</p>
<p>Saat ngeliat itu gue langsung <em>hmmm oke, pura-pura nggak ngeliat</em>. Tapi ga bisa. Kata-kata &#8220;bangsat&#8221; dengan huruf besar itu terlalu kasar gue rasa. Leher gue tercekat dan makin lama kayak ga bisa nafas. Kerjaan ga bisa konsen. Gue putar balik kejadiannya.</p>
<p>Itu kemarinnya. Gue menanyakan nomor ekstensi temen gue yang bekerja di lantai atas, sebab dia ga online dan ada pekerjaan yang perlu gue tanya. Dan pada saat itu emang gue lagi sakit maag sesakit-sakitnya umat. Pernah ga ngerasain maag, yang sampe lo jalan aja kayak kalo lo baru makan disuruh lari? Trus lo ga bisa tarik nafas dalam-dalam karena udara yang mengisi diafragma lo tuh rasanya terlalu berlebihan sampai menusuk-nusuk lambung lo. Padahal nafas pendek sama sekali ga cukup buat lo. Dan yang paling menyebalkan, rasa sakit itu semakin menjadi-jadi pas lo ketawa, yang harusnya merupakan suatu kesenangan buat lo, lo harus juga merasakan sakit. Ironisnya, makin ketawa, makin sakit.</p>
<p>That was the feeling. And that&#8217;s why I kept on eating anything just hoping it would be better by the time I finished.</p>
<p>Dia menjawab, &#8220;Ga tau. Ke atas aja, tinggal ke atas doang.&#8221; Gue masih berusaha mencari tahu nomor ekstensi di atas. Dan dia pun tetap berusaha menyarankan gue ke atas. Lalu terlontarlah kata-kata itu dari gue. &#8220;Males, lagi sakit perut.&#8221; Dan memang gue lagi ngemil. (bahkan gue lupa cemilan apa, bodo amat, yang penting bisa membuat enzim-enzim di usus gue beralih cerna daripada pada kanibal makan temennya sendiri).</p>
<p>Ok, let&#8217;s say he just didn&#8217;t know it. Bla bla bla, gue lupa lanjutannya gimana. Dan jreeng! Besoknya kalimat kasar itu terbaca juga oleh gue.</p>
<p>Eh gue ulangin lagi ya narasinya (biar enak nyambunginnya). Saat ngeliat itu gue langsung <em>hmmm oke, pura-pura nggak ngeliat</em>. Tapi ga bisa. Kata-kata &#8220;bangsat&#8221; dengan huruf besar itu terlalu kasar gue rasa. Leher gue tercekat dan makin lama kayak ga bisa nafas. Kerjaan ga bisa konsen. Setelah gue mengingat kejadian kemarinnnya itu, dan mengamati jam dia melontarkan itu, semua cocok, dan memang guelah objek kalimat itu. Agaknya, kalo sakit, gue jadi sensitif kali yaaa.. Jadi rasa-rasanya meskipun gue berusaha biasa aja, mata gue ga bisa biasa. Oke. ini udah ga bisa ditahan lagi. Gue mencari-cari dalam otak, kepada siapa nih gue harus mengadu? *woelah* Dan pilihan jatuh kepada Bayu.</p>
<p>Bayu ga lagi online, dia menyarankan lewat sms aja. Gue pikir ga bisa, udah pasti lama dan keburu air mata gue jatuh. Malu-maluin yang ada. Akhirnya, segera ke belakang, via telpon gue mengadu pada abang gue, sambil sesenggukan yang ga bisa gue tahan.</p>
<p>There&#8217;s nothing more hurt than being stabbed in the back.</p>
<p>Bayu menenangkan gue. Bla bla bla.. Gue tenang, dan kembali bekerja seperti biasa. Gue harap orang-orang ga tau apa yang gue lakukan. Paling cuma Pak Harto yang ga sengaja memergoki gue but that&#8217;s all right.</p>
<p>Kalo tenang jadi bisa berpikir lebih jernih. Dan saat itulah gue ingat cerita tentang Truk Sampah.</p>
<p>Judul aslinya adalah &#8220;Hukum Truk Sampah&#8221;, forward-an dari milis KMBUI (K-nya lupa, M-Mahasiswa, B-nya Buddha/Buddhist, UInya Universitas Indonesia), yang diforward di milis angkatan. How I will thank him for delivering me this mail. Simak ya gan..</p>
<p>=============================================</p>
<p>Suatu hari saya naik          sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pd jalur yg benar          ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dr tempat  parkir          tepat di depan kami. Supir taxi menginjak pedal rem          dalam-dalam hingga  ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm          dari mobil tersebut. Pengemudi mobil hitam tsb mengeluarkan kepalanya &amp; memaki ke arah kami. Supir taxi hanya tersenyum &amp;          melambai pada orang tersebut.</p>
<p>Saya sangat heran dgn sikapnya yg          bersahabat. Saya bertanya, &#8220;Mengapa Anda melakukannya? Orang          itu hampir merusak mobil Anda dan dapat saja mengirim kita ke          rumah sakit!&#8221;Saat itulah saya belajar dr supir taxi tsb          mengenai<br />
apa yg saya kemudian sebut &#8220;Hukum Truk          Sampah&#8221;.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa byk orang seperti truk sampah. Mrk          berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan,          kekecewaan. Seiring dgn semakin penuh kapasitasnya, semakin          mereka membutuhkan tempat utk membuangnya, &amp; seringkali          mereka membuangnya kpd Anda. Jgn ambil hati, tersenyum saja,          lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup. Jgn ambil          sampah mereka utk kembali membuangnya kpd orang lain yang          anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dlm          perjalanan. Intinya, orang yg sukses adalah orang yang tidak          membiarkan &#8220;truk sampah&#8221; mengambil alih hari-hari mereka dgn          merusak suasana hati.</p>
<p>Hidup ini terlalu singkat utk bangun di          pagi hari dgn penyesalan, maka kasihilah orang yg memperlakukan          anda dgn benar, berdoalah bagi yg tidak. Hidup itu 10% mengenai          apa yg kau buat dengannya dan 90% ttg bagaimana kamu          menghadapinya. Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi          ttg bagaimana belajar menari dlm hujan.</p>
<p>Selamat menikmati          hidup&#8230;</p>
<p>=============================================</p>
<p>Wah gue baca ini lagi kemarin (karena ini sudah berganti hari ya ternyata). daaan mulai berpikir lagi..</p>
<p>Barangkali memang dia sedang banyak masalah, banyak pikiran, banyak pekerjaan.. Atau kekesalannya pada gue sudah semakin menumpuk, mungkin dari perlakuan-perlakuan gue yang kemarin2 ada salahnya ke dia (?), dan puncaknya waktu itu. Barangkali juga dia sangat anti dengan cewek yang terdengar manja. (Huh. Padahal gue ga maksud, tanya aja sama <em>seseorang</em>-gue, pasti dia bilang gue mandiri.) Atau lenje barangkali? Mungkin memang waktu itu gue terdengar demikian. Dan mungkin dia juga belum cukup waktu untuk berempati dan menyadari bahwa gue emang beneran sakit perut (yang mana ga mungkin banget perutnya lebih sakit dari gue karena kelakuan gue, meski apapun &#8211; kecuali secara fisik misalnya kalo ditonjok mungkin).</p>
<p>Well sempet kepikiran, gue pengen banget dia ngerasain sakit maag kayak yang gue rasain, dan someday ada yang memperlakukan dia sekasar yang dia lakukan ke gue &#8211; ga mesti gue pelakunya. Barangkali di saat itu dia flashback ke kejadian ini, sadar bahwa segala hal ga seperti yang dia pikirkan secara selintas.</p>
<p>Huh kasar! (lho kok jadi marah lagi gue?)</p>
<p>Hmmm gue ga bener2 berharap itu kok. Kalo kata temen gue yang Buddha, karma itu, either baik, or buruk. Baik dibalas baik, buruk dibalas buruk, dan ada aja jalannya.</p>
<p>Jadiiiiii&#8230; Gue pilih yang baik aja deh, biar dapet karma baik. Kejelekan dia pada gue nanti juga ada jalannya.  ;p</p>
<p>____</p>
<p>Eh.. bisa dibilang juga begini: kalo gue bikin dia kesel waktu itu, trus balasanannya dia bikin gue kesel dengan kalimat jejaring sosialnya itu. Impas dong? Hahahaha yasudahlah anggap saja impas.</p>
<br />Filed under: <a href='http://annisaseffiliya.wordpress.com/category/cerita-sehari-hari/'>cerita sehari-hari</a>, <a href='http://annisaseffiliya.wordpress.com/category/mari-sok-berpikir-dan-berkomentar/'>mari sok berpikir dan berkomentar</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annisaseffiliya.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annisaseffiliya.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annisaseffiliya.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annisaseffiliya.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annisaseffiliya.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annisaseffiliya.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annisaseffiliya.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annisaseffiliya.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annisaseffiliya.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annisaseffiliya.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annisaseffiliya.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annisaseffiliya.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annisaseffiliya.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annisaseffiliya.wordpress.com/373/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisaseffiliya.wordpress.com&amp;blog=5369972&amp;post=373&amp;subd=annisaseffiliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/04/09/truk-sampah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4821d587560973f5badbd74126e1766?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">seffilis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cemburu</title>
		<link>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/04/02/cemburu/</link>
		<comments>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/04/02/cemburu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Apr 2011 07:37:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>annisa.seffiliya</dc:creator>
				<category><![CDATA[mari sok berpikir dan berkomentar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://annisaseffiliya.wordpress.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[Hai! Long time not updating my blog.. Beberapa hari yang lalu, seseorang mengirimkan pesan singkat (gue lupa lewat sms atau chat ya hehe). &#8220;Gue cemburu sama kantor lu.&#8221; I wasn&#8217;t really get the words, It swept away just like a dust. Dua hari yang lalu, gue pulang laruuut sekali (bagi standar bokap gue). Bagi gue [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisaseffiliya.wordpress.com&amp;blog=5369972&amp;post=367&amp;subd=annisaseffiliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hai! Long time not updating my blog..</p>
<p>Beberapa hari yang lalu, seseorang mengirimkan pesan singkat (gue lupa lewat sms atau chat ya hehe).</p>
<p>&#8220;Gue cemburu sama kantor lu.&#8221;</p>
<p>I wasn&#8217;t really get the words, It swept away just like a dust.</p>
<p>Dua hari yang lalu, gue pulang laruuut sekali (bagi standar bokap gue). Bagi gue sendiri, sebenarnya pulang jam 11 masih terlalu sore. Kehidupan para arsitek baru dimulai malah jam segitu. Di kosan (dulu, waktu gue masih ngampus), kami bisa BARU memulai kerja di kampus jam 11 malam. Itu bertujuan untuk mendapatkan fasilitas internet via wi-fi. Biasanya kalo ngerjain yang lain2 yang ga membutuhkan comot sana-sini dari internet, kami (mahasiswa arsitektur) hanya bekerja di kamar kosan. Itupun tetap bekerja lho.</p>
<p>But it was soooo yesterday. Ga kerasa, gue udah kerja aja (hahaha padahal kerja juga baru 1,5 bulan weyy).</p>
<p>Dua hari yang lalu, gue pulang dari kantor jam 11 malem. Jangan tanya rekan-rekan sekantor gue. Gue adalah orang ter&#8217;tenggo&#8217; di antara mereka.</p>
<p>Sampai di rumah, tidak ada suatu kecemasan. Gue buka pagar, masukin motor, dan.. jeng~~!!! Pintu rumah dikunci!</p>
<p>Roman-romannya ga enak nih. Biasanya gue langsung membuka pintu rumah, ambil kunci (karena kunci utama rumah terangkai bersama kunci gembok pagar), lalu menggembok pagar, dan mengembalikan kunci itu ke pintu utama rumah, lalu menguncinya kembali. Selesai. Setelah masuk ke dalam rumah, barulah gue melepas helm dan segala perlengkapan naik-motor gue, kemudian bawa tas, ke atas, lalu menaruh perlengkapan pribadi gue di meja gue.</p>
<p>Gue mendengar di dalam kamar bonyok sedang berbincang.</p>
<p>Gue duduk di luar. Melepas helm, masker, sarung tangan, dan sepatu. Lalu mengetuk pintu. &#8220;Maaaah, kok dikunci sih?&#8221;</p>
<p>Di dalam terdengar lagi orang bercakap. Berdebat sih sebenernya.</p>
<p>Lamaaa gue tunggu.</p>
<p>&#8220;Maaaah, aku dapet nih, pengen ganti. Buka dong..&#8221;  Well, I was on my period, and it was the early days.</p>
<p>Gue tunggu di luar. Terdengar Mama keluar dari kamar. Mama menyingkap tirai ruang tamu. &#8220;Bapak ga mau bukain kuncinya, karena kamu pulang malem terus.&#8221;</p>
<p>&#8220;Haaaah??&#8221; langsung gue mengernyitkan dahi. &#8220;Yang bener aja sih? Emangnya aku ngapain coba? Ini hari kerja, ya aku pulang kerja lah! Dipikir aku ngapain coba?&#8221; Kayak pengen nangis gue. Kekesalan menjadi-jadi. &#8220;Aneh banget sih!!!&#8221;</p>
<p>Huh.. Tingkah laku bokap gue emang aneh.</p>
<p>&#8220;Tau tuh bapak kamu.&#8221; kata nyokap.</p>
<p>Tapi akhirnya nyokap punya ide. sejurus kemudian gue mendengar pintu belakang dibuka. Rupanya bokap ga menyimpan kunci pintu belakang. Akhirnya gue segera masuk ke garasi dan masuk dari pintu belakang. Sambil bersungut-sungut gue bilang, &#8220;Aneh banget sih? Namanya juuga lembur. Emangnya siapa juga sih yang mau lembur? Semua orang juga maunya pulang!!&#8221; Sengaja gue mengeraskan suara, biar bokap gue yang di dalam kamar denger.</p>
<p>&#8220;Udah diem aja.&#8221; kata Mama. Mama paling tau kalo watak gue sama bokap gue sama persis: sama-sama keras. Ga bisa deh kalo diketemuin dalam keadaan sama-sama emosi. Yasudah, gue langsung menaruh tas di atas dan ganti baju. Lalu gue turun ke bawah lagi untuk makan.</p>
<p>Selesai makan, gue cuci muka dan sikat gigi, dan ga pake mandi. Males. Ini juga cukup segar kok untuk tidur. Barulah ketika gue merebahkan diri ke kasur gue bisa berpikir dengan lebih calm.</p>
<p>Gue teringat dengan kata-kata itu. &#8220;Gue cemburu sama kantor lu.&#8221;</p>
<p>Hah. Jadi ini&#8230;</p>
<p>Iya. Agaknya karena akhir-akhir ini gue sibuk kerja, belum lagi di weekend gue selalu sibuk ngurusin ini-itu, rapat di sana-sini, dan pulang malem juga.. Gue tampak sangat sibuk dan tidak punya waktu untuk &#8220;seseorang&#8221; gue dan keluarga gue bahkan. Di banyak chat dan sms, gue tidak membalas.</p>
<p>Sms: Pertama, karena ga sempet buka. Kedua, ketika ngebuka pun, juga lagi sibuk. Seringkali gue cuma ngebuka sms tanpa membacanya, sekedar untuk menghilangkan notification sms di layar yang bakal menggeser tempat penunjuk waktu dan merepotkan gue kalo mau ngeliat jam &#8211; harus unlock dulu supaya notif si kunci hilang dan memberi ruang untuk jam. Ketiga, kalo mau bales kan pake mikir tuh. Sering sih gue mengetik balasan, cuman ga sampai selesai dan itu terlupakan begitu saja karena gue tersibukkan dengan yang lain. Beberapa hari kemudian, atau mungkin beberapa minggu kemudian, gue baru menyadari ketikan-gue-yang-tidak-selesai itu pas mau men-delete draft. &#8220;Oh! Ya ampun!&#8221; akhirnya tetap gue hapus juga tanpa tindak lanjut membalas. Keempat, di saat longgar, gue buka sms, dan benar-benar membacanya dengan seksama. Tapi itu udah berhari-hari setelahnya. Saat itu pasti selalu timbul keinginan untuk membalas, tapi segera setelahnya pasti timbul perasaan, &#8220;Ah, basi banget kalo gue bales sekarang. Ga usah aja deh sekalian.&#8221; Hahhahaha..</p>
<p>Chat: Biasanya chat timbul di jam kerja. Itu dia. Percuma ngeBUZZ!! gue juga. I&#8217;m straight on my job. Kadang gue ga sengaja available karena gue membuka email, jadi gue OL via chatbox email, bukan via ym. Akibatnya, begitu membuka web browser, gue biasanya akan berpindah ke tab lain (biasanya plurk atau google), lalu kembali mengerjakan pekerjaan gue. Dan itu membuat chat (siapapun) ga akan terlihat notificationnya. Tanda oranye-oranye memberi tahu ada chat di chatbox baru bisa muncul kalo kebetulan si webbrowser terminimize dalam keadaan gue lagi buka tab email. Kalo nggak.. inilah yang biasa terjadi: si orang yang ngechat ngirainnya gue sombong lah, atau dia bosan menunggu sampai akhirnya off lah, atau malah ngomel-ngomel karena chat ga dibales smspun tidak huahahaha.</p>
<p>Malah ada yang pernah nulis status di fbnya, ngatain gue merasa lebih mulia dari Nabi, sampe-sampe orang diajak ngomong aja ga mau, dan minta maaf ga diladenin. Waktu itu emang ada masalah sedikit. Dia ada di posisi harus meminta maaf pada gue. Bagi gue sih bukan masalah tapinya. Sama sekali biasa aja kok. Cuman emang beberapa kali gue dapati dia men-chat gue tapi udah off ketika gue menyadarinya. Yah. Yasudah, gue pikir akan ada kesempatan lain, namun kesempatan-kesempatan itu terus lewat begitu saja sampai akhirnya gue mendapati status itu tertera di home fb gue. &#8220;Hah, ini maksudnya gue nih? Udah berapa lama sih lo kenal sama gue? Masa lo nggak tau kalo itu cuma gara-gara gue lagi asik sama dunia gue sendiri?&#8221; Yaudahlah kalo gitu. Sekalian aja ga usah gue bales chat lo terus. Dan sampai sekarang chat si orang ini ga gue bales-bales. Beberapa karena seperti yang gue jabarkan di atas. Beberapa lagi karena emang sengaja.</p>
<p>Oke, itu OOT.</p>
<p>Tipikal arsitek, gue rasa.</p>
<p>Hmmm kenapa gue bilang &#8220;asik&#8221; sama dunia gue sendiri? Karena ini emang asik. Benci, tapi suka. Bosan, tapi ga mau ninggalin. Dapet kerjaan (proyek baru), bilang &#8220;yah&#8221; tapi ada senengnya juga, karena mengerjakan sesuatu yang baru itu rasanya seperti punya gebetan atau pacar baru hihihi. Punya proyek sampingan (kalo kata temen kantor gue &#8220;asongan&#8221; atau &#8220;ngasong&#8221; hahaha) itu kayak punya selingkuhan (woelah kayak gue pernah ngerasain aja punya selingkuhan). Itu arsitek. Mau sekesal apapun dengan kerjaannya, ini adalah dunia yang dia cintai. Kenapa kebanyakan arsitek lembur? Karena dia sendiri tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Mau diterusin, sebel. Mau ninggalin, berat. Akhirnya pilihan jatuh pada &#8220;nerusin aja deh&#8221;.</p>
<p>Ya, kami arsitek suka asik pada dunia kami.</p>
<p>Saking asiknya, kami bisa meninggalkan apapun. Beberapa minggu yang lalu, gue menyatakan gue belum siap menikah sampai waktu yang belum ditentukan. Seseorang ini terperanjat. Bahkan gue bilang kalo diterjemahkan dengan bahasa to-the-point &#8220;Lo sama orang lain aja deh, gue bener-bener ga ada pikiran menikah sekarang, dan mungkin sampai 1-2 tahun ke depan. Atau mungkin lebih sedikit.&#8221; Nah lhoo..</p>
<p>Ya. Bahkan gue rela melepas seseorang yang sudah ingin menikahi gue untuk pekerjaan ini. Agak gila sih setelah gue pikir-pikir.</p>
<p>Working in a job you love. That is what I&#8217;m feeling (paling tidak, akhir-akhir ini).</p>
<p>Bagi gue, ini seperti&#8230; Hmmmm gue baru punya bayi kecil, yang gue cintai. Tapi dia masih lemah. Kalau seorang ibu, pasti akan merawat bayinya penuh cinta, memberi asi, merawat, tidak peduli waktu. Rela bangun tengah malah kalau dia haus. Tidak bisa meninggalkan begitu saja karena cintaaaa sekali. Tidak bisa tidak memedulikan. Tidak bisa tidak perhatian.</p>
<p>Let&#8217;s say it is a &#8220;career&#8221;. Bagi gue ini sesuatu yang baru. Hmmm bisa dibilang ini cita-cita. Ya, saya ingin menjadi arsitek, dan dari SMP sampai sekarang alhamdulillah belum berubah. Karir gue. Baru mulai. Baru lahir. Oh my baby career. Masih kecil dan lemah. Gue belum ada apa-apanya. Baru juga sedikit melihat dunia. Masih panjang perjalanan gue untuk meraih karir yang gue dambakan sebagai arsitek. Tarohlah: untuk mendapatkan SKA Pratama aja, gue harus punya pengalaman kerja 2 tahun dan pengalaman 1 proyek dari awal hingga akhir. Kebayang kan se-&#8221;belum-apa-apa&#8221;-nya gue?</p>
<p>Huh.</p>
<p>Jadi, seseorang itu dan bokap gue merasa cemburu dengan kantor gue.</p>
<p>Tapi tetap, tulisan ini akan berakhir seperti ini:</p>
<p>Someone there, My father, my family..</p>
<p>I&#8217;m sorry for I&#8217;m giving too much attention to my baby career. Well I really want you all to understand. You may say I, myself dont want to understand because yes I can&#8217;t deny I don&#8217;t want to understand. I just want to be understood, that I&#8217;m loving it. I think I&#8217;d promise it&#8217;s just for a while. Well it&#8217;s not that promiseable promise though. But please hold me on, I&#8217;ll be back with all my soul to all of you, my dearest people. It&#8217;s just a matter of time.</p>
<br />Filed under: <a href='http://annisaseffiliya.wordpress.com/category/mari-sok-berpikir-dan-berkomentar/'>mari sok berpikir dan berkomentar</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/annisaseffiliya.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/annisaseffiliya.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/annisaseffiliya.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/annisaseffiliya.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/annisaseffiliya.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/annisaseffiliya.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/annisaseffiliya.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/annisaseffiliya.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/annisaseffiliya.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/annisaseffiliya.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/annisaseffiliya.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/annisaseffiliya.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/annisaseffiliya.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/annisaseffiliya.wordpress.com/367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=annisaseffiliya.wordpress.com&amp;blog=5369972&amp;post=367&amp;subd=annisaseffiliya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://annisaseffiliya.wordpress.com/2011/04/02/cemburu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4821d587560973f5badbd74126e1766?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">seffilis</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
