Anak Metal
Tulisan ini gue tulis dalam rangka mengisi kebosanan karena harus bedrest dalam 3 hari ke depan. Boceeeennn.
Beberapa waktu yang lalu, gue beberapa kali bilang, “Gue pengen banget deh dapet (cowo) anak Metal”. Sampai akhirnya pernyataan ini membuat kesal seseorang yang mendengarnya berkali2, dengarn akhirnya bilang, “Penting banget ya?”.
Sebenernya ada sih yang ngebelain. “Penting. Itu sama kayak pernyataan ‘gue pengen deh dapet cewek musisi’, jadi penting.” Bagi gue itu kan cuma sebuah pernyataan. Haha. Maaf ya saya membuat Anda kesal. Tapi, barangkali Anda perlu tau dulu alasannya, semoga saja ga tambah membuat Anda kesal hahaha.
Hmmmmm jadi yang gue maksud dari anak metal di atas, adalah anak jurusan metalurgi dan material, di fakultas teknik. Lebih singkatnya, biasanya disebut (jurusan) metal. Lah, kenapa dengan beraninya gue tulis di sini? Eits, jangan baca setengah2, bacalah sampai akhir, karena gue bukannya mau muji2 mereka lho..
Waktu gue jadi mahasiswa, gue kagum dengan anak-anak (maksudnya mahasiswa2) jurusan metal. Banyak hal sih yang membuat gue kagum dengan mereka.
Yang pertama, first impression tentang anak metal sebenernya datang dari kak boy, begitu biasanya mantan ketua BEM angkatan 2003 di teknik itu dipanggil. Sebagai maba pada waktu itu, melihat seorang ketua BEM tentunya ada rasa penasaran, gimana ya orangnya? Ternyata malahan gue kenal beliau dalam sebuah acara maba, waktu itu Aksioma (Aksi Sosial Masyarakat). Beliau nge-blend, mingle dengan para maba yang lain. Tapi sebenarnya yang paling mengagumkan dari beliau adalah, beliau menyapa dan melempar senyum pada hampir SEMUA ORANG di teknik, mau itu anak2 BEM, mahasiswa biasa, penjual di kantek (kantin teknik), satpam.. Semua orang deh. Oke, masih mending kalo nyapa doang. Ini Kak Boy menyapa nama mereka! Gue dan Mas Upi pernah membicarakan hal ini, dan kesimpulannya kami sama2 kagum dengan ke-humble-annya. Beliau kayak ga pernah lupa sama siapa dia kenalan, dan dia dari jurusan apa, temennya siapa aja. Wah two thumbs up! Gue jadi merasa malu waktu itu, gue siapa2 aja bukan, ini lupaa-aaaan melulu. Haha.
Nah, jadi seiring dengan itu, gue akhirnya tahu bahwa kak boy dari metal. Dan ternyata riwayat ketua BEMFT itu kebanyakan dari anak metal. Hmmmm jadi pengen tau, berarti mereka punya jiwa kepemimpinan yang teruji dong? Tssaaaaahhh. Bahasa gue.
Kalo dari dalil kan, kalo mau melihat seseorang, lihatlah teman2 duduknya (temen main, temen2 geng-nya). Nah jadi, sikap dan sifat kan boy itu akhirnya membuat pikiran gue tergeneralisasi (halah) bahwa semua anak metal kurang lebih seperti itu. Apakah itu benar? Mari kita lihat berikutnya.
Jadi, lanjutlah ke alasan kedua, yaitu mereka berjiwa pemimpin dan bertanggung jawab. Beda deh kadar kepemimpinannya sama anak2 jurusan ars. Haha. No offense lho. Boleh deh bilang bahwa untuk pernyataan ini gue berpikir bahwa rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri. Karena pada kenyataannya memang begitulah yang gue rasakan.
Berjiwa pemimpin dan bertanggung jawab yang gue maksud di sini adalah termasuk punya kemampuan problem solving yang baik lho (yang jarang gue jumpai di ars). Yaaa itu paketan sih ya. Tapi emang kadang ada yang bisa mimpin tapi kalo ada masalah suka rada2 cuci tangan gitu. Haha. Problem solving yang baik ini juga termasuk sigap dan tanggap kalo ada masalah. Kalo lo adalah cewe, ngeliat cowo yang kayak gini, apa yang lo pikirkan?
Yak, Mereka adalah cowok yang bisa diandalkan.
Yang ketiga, Anak metal itu kompaknya mesti diacungi jempol. Saking kompaknya sampe2 kalo ada satu orang yang ngedeketin cewe, yang lain pasti ‘kompak’ ngatur sikon. Haha. Kalo yang ini jangan ditiru yah.
Dan beberapa cerita di bawah barangkali kompilasi dari kedua sifat umum itu.
Waktu itu gue masih ngekos di kutek (kukusan teknik), sama Banu. Malam2, tiba2 kami (gue lupa, antara gue dan banu) dihubungi oleh salah satu dari mereka. Mereka minta bantuan untuk ke kosannya salah satu teman kami, yang jadi spesies langka (haha) di metal.
Oh ternyata waktu itu, Jeni sakit tipes (atau db yah?). Mereka udah bawa jeni ke rumah sakit (wah sigap banget! Kompak pula), dan mereka ga enak mau beres2in barang2nya jeni (dan bawa baju/ barang2 pribadinya ke rumah sakit juga kalo ga salah). Waw. Untuk urusan kayak gini mereka masih mikirin masalah kesopanan. What a gentleman!
Waktu itu juga di Kersos (kerja sosial), mereka adalah orang2 yang bisa diandalkan. Tempatnya adalah di Bojonggaling (haha cobalah cari di peta). Masih daerah2 Bogor atau Jawa Barat gitu kok sebenernya.
Kersos adalah salah satu kegiatan BEMFT yang insyaAllah sampai sekarang dilakukan tahunan. Kegiatannya adalah kerja sosial; pengembangan fasilitas daerah (biasanya jalan dan mck), layanan kesehatan (biasanya klinik cuma2, kadang ada donor darah), lalu social development (misalnya penyuluhan dan pembinaan anak2). Waktu itu kersos 2010 diketuai oleh temen gue yang keren, Ismi, dan gue jadi PJ Proyek nonFisik berdua sama Intan hihihi (miss that moments sooo much!).
Nah. Waktu itu basecamp kami ada di lapangan daerah Bojonggaling itu sendiri. Lapangannya sangaaaaat luas sampe2 kami bisa main layang2 hehehe. Suatu ketika, hujan deras mengguyur Bojonggaling. Saking derasnya, basecamp kami sampe kebanjiran. Rupanya kebanjirannya ini karena letak basecamp kami yang mojok ke pinggir lapangan, yang mana lapangan itu memiliki kontur yang sloping ke pinggir2nya. Sebenernya udah ada tali air atau parit yang dibuat di sekeliling basecamp. Tapi ternyata itu ga cukup.
Lah gue ngapain yak waktu itu? Jangan2 cuma bengong? Haha. Kayaknya iya deh. Cowo2 semua pada keluar bawa cangkul, memperdalam parit, dalam keadaan hujan deras itu. Dan most of them (apa semuanya yak?) adalah anak2 metal. Salut!
Dulu juga, waktu jaman2 gue masih PA1, waktu itu studio lagi bertemakan journey of 25.000 rupiahs. Pada akhirnya, dalam perjalanan yang kami rancang, kami juga merancang sebuah tempat istirahat, yang dilakukan di tengah perjalanan, yang mudah dibuat dan mudah dibereskan. Dan bukan tenda! Hahaha. Dulu gue bikin “black lily” yang ternyata sekarang jadi lagunya Corrine Bailey hahahaha *gaknyambung. Maksud gue, dulu gue merancang black lily, yang ternyata susah didirikan wakakkakak. Mosok perlu waktu lebih dari 6 jam ngediriin tenda gitu doang hahahhaa. Dasar emang pikiran masih anak2.
Dan di dalam kesusahpayahan gue itu, sore2an mojok di salah satu hutan (woelah padahal kebon) di dalam lingkungan teknik, di samping dekanat, keringetan, kebingungan, kesusahan, jeng jeeeeeng..!!! Datanglah serombongan pahlawan!! (Sumfe lebe abesss). Mereka ternyata anak2 metal yang abis pulang kuliah. Salah satu menanyakan lagi ngapain gue. Mereka nyamperin, dan akhirnya pada bantuin hahaha. Bahagia sekali mengenal dan berteman dengan mereka. Cowo2 semua lagi, asiiik, jadi punya tambahan tenaga untuk mendirikan ‘tenda’ yang meleot sana-sini karena kurangnya perhitungan struktur itu haha. Kayaknya si ‘black lily’ ga mungkin bisa berdiri deh tanpa bantuan mereka, karena sejujurnya gue pasti udah akan kebosanan dan kecapekan sendiri mendirikannya. Haha. Terima kasih yaaaaaa teman2 yang baik hatiii!!
Bisa diandalkan, inisiatif, cepat tanggap, ga layah-leyeh, ga bawel-rewel (kayak kebanyakan cowo2 ars haha. Mungkin karena orang ars terdidik untuk detail dan peka, makanya jatohnya jadi bawel). Mereka peduli. Bahkan waktu itu kan gue masih tingkat 2, yang mana blom kenal2 amat, tapi mereka bantuin tanpa pandang bulu (haha apaan deh). Kompak pula. Siapa cewe yang ga mau sama cowo yang bisa diandalkan?
Hmmm sebenernya sepanjang menulis postingan ini, gue juga berpikir kembali.
Gue perlu meralat image gue tentang orang! Haha. Gue seringkali men-generalisasi orang! Misalkan, dia kasar sekali, selamanya akan gue cap dia kasar wahaha. Dia bawel, maka selamanya dia bawel bagi gue. Dia malesin, maka sa’temen2nya pun malesin bagi gue. Wahahahaha. Orang macam apa gue?! Ga ngaca abiisssss!! Hahaha.
Bahwa sikap dan sifat seseorang dipengaruhi oleh lingkungannya, itu memang benar. Namun setiap orang tetap adalah individu yang beda, yang terpisah dari yang lainnya. Jadi, tetep aja gue ga boleh men-generalisasi orang.
Jadiiiiii.. Berarti gue juga harus mengganti pernyataan yang di atas itu. Bukan ‘anak metal’nya yang merupakan esensinya. Tapi sifat umum dari mereka yang sebenernya gue mau. Mereka hanya memberi gue sebuah ‘role model’. Yaitu orang2 yang bisa diandalkan sebagai lelaki. Pafa kenyataannya, gue juga banyak kok menemukan ‘lelaki2 yang bisa diandalkan’ yang bukan anak metal. Kurang lebih begitu. Haha. Yaudah, clear ya, sekarang? Gue harap gue tidak membuat kesal orang manapun lagi. بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. :p
Posted with WordPress for BlackBerry.
About this entry
You’re currently reading “Anak Metal,” an entry on another life journal
- Published:
- July 25, 2011 / 7:01 am
- Category:
- mari sok berpikir dan berkomentar
- Tags:
5 Comments
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]